Posts

Showing posts from August, 2021

Kualitas Iman yang Teruji

  Ayub 2 Rupanya Iblis masih kurang puas untuk mencobai Ayub. Lalu Iblispun meminta ijin untuk mencobai Ayub lagi. Kali ini adalah keadaan fisik Ayub, yaitu Ayub ditimpakan suatu penyakit yang mengerikan bahkan istrinya mengolok-olok dan meninggalkan Ayub. Namun kita melihat bagaimana kesalehan Ayub ini. Meski diperlakukan demikan - istrinya menyuruh Ayub untuk mengutuki Allah - Ayub tetap konsisten dengan kesalehannya. Bahkan Ayub mau menerima keadaannya yang sedemikian rupa.  Seringkali dalam kehidupan kita ini diperhadakan dengan masalah yang bertubi-tubi. Belum lagi selesai masalah satu, muncul lagi masalah yang lain. Namun hal itu merupakan ujian yang Tuhan ijinkan dalam kehidupan kita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas iman kita. Ketika diperhadapkan dalam suatu permasalahan, kitapun juga diperhadapkan dengan dua pilihan. Yang pertama, apakah kita tetap bersyukur atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita dan menyadari bahwa dibalik itu semua pasti mendatangkan k...

Makna ungkapan "Orang yang miskin di hadapan Allah" dalam Matius 5:3

Ayat tersebut merupakan bagian dari Ucapan Bahagia dari Khotbah di atas bukit. Kalau kita perhatikan, Ucapan Bahagia diawali dengan Matius 5:3 (TB)  "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah , karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. ΜΑΤΘΑΙΟΝ 5:3 (TR1894)  μακαριοι οι πτωχοι τω πνευματι οτι αυτων εστιν η βασιλεια των ουρανων Matthew 5:3 (KJV)  Blessed are the poor in spirit : for their's is the kingdom of heaven. Matthew 5:3 (NET)  “Blessed are the poor in spirit , for the kingdom of heaven belongs to them. Matius 5:3 (TL)  "Berbahagialah segala orang yang rendah hatinya , karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Mateus 5:3 (JAWA81)  “Rahayu wong kang mlarat ing bud i, awit iku kang padha nduweni Kraton ing Swarga. Kata yang mengawali setiap Ucapan Bahagia itu adalah Berbahagialah (ITB, ITL) Blessed (KJV, NET) Rahayu (JAWA 1981) μακαριοι (Yunani) Istilah "μακαριοι" (makarioi) adalah kata sifat, nominatif, maskulin jamak dari ...

Ketika Ujian Berat itu Datang

Ayub 1:6-22 Ayub memiliki kehidupan yang saleh dan tidak bercacat cela. Selain itu, iapun diberkati luar biasa secara jasmani. Hingga suatu ketika Iblis datang menghadap ke hadirat Tuhan. Tuhan berkata bahwa tidak orang lain di bumi yang seperti Ayub. Lalu Iblispun hendak mencobai Ayub dengan seijin dari Tuhan. Tuhan ingin membuktikan kesalehan Ayub yang sejati. Kesetiaan dan ketaatan Ayub diuji dengan diambil semua harta benda dan kekayaan yang Ayub miliki. Sebab Iblis berpikir bahwa kesetiaan dan ketaatan Ayub semata-mata karena harta benda dan kekayaan yang dianugerahkan Tuhan. Namun pada kenyataannya, kita melihat bahwa Ayub masih tetap taat dan setia kepada Tuhan. Cobaan berat yang dialami Ayub tidak memudarkan kesalehan Ayub. Sebab Ayub menyadari bahwa semua harta benda dan kekayaannya adalah milik Tuhan semata dan sewaktu-waktu diambil. Kenyataan yang jelas bahwa ketaatan, kesetiaan, dan kesalehan Ayub ternyata tidak dipengaruhi oleh harta benda dan kekayaan. Meskipun Ayub diber...

Tenang dalam Naungan Tuhan

  Mazmur 91 Pada pasal ini, sepertinya melanjutkan pasal sebelumnya yang ditulis oleh Musa pada saat memimpin umat Israel dalam perjalanan ke Tanah yang Dijanjikan itu. Musa menyadari bahwa akan ada resiko dalam perjalanan itu. Sehingga ia mempercayakan dirinya dan juga bangsa itu kepada tuntunan Tuhan. Sebab Tuhan bukan hanya sekadar menuntun umatNya, tetapi juga IA memberikan naungan kepada mereka. Contoh sederhana adalah kita melihat bahwa tiang awan melindungi mereka dari panas terik di siang hari. Dan pada malam hari ada tiang api yang memberikan sinar dan kehangatan kepada mereka.  Demikian juga kita sebagai orang percaya pada masa kini. Tentunya kitapun mendapatkan naunganNya dalam kehidupan kita. Apalagi menghadapi keadaan seperti ini. Keadaan yang membuat kita takut dan cemas serta perasaan kuatir. Namun mazmur ini mengingatkan kepada kita supaya kita senantiasa berpengharapan kepadaNya sebagai pelindung, naungan dan pengayom. Sehingga kita akan merasakan damai sejaht...

Tetap Saleh dan benar meski kaya raya dan berkelimpahan, bertanggungjawab atas keluarganya

Ayub 1:2-5 Selanjutnya kita melihat bahwa kehidupan Ayub bukan hanya saleh dan benar. Namun juga ia juga memiliki harta benda yang melimpah. Pada masa itu, ukuran kekayaan seseorang adalah jumlah ternak yang dimiliki. Ayub memiliki banyak sekali hewan ternak. Di samping itu, ia juga memiliki banyak anak-anak, yang mana sering mengadakan pesta. Namun sebagai orang tua yang saleh, ia memberikan teladan yang baik oleh karena kesalehannya itu. Ia selalu mempersembahkan korban bakaran sesuai dengan jumlah anak-anaknya, dengan maksud memohonkan pengampunan apabila pada saat pesta semalam secara sengaja atau tidak sengaja mungkin ada tindakan dari anak-anaknya yang menghina atau menyakiti hati Tuhan. Dengan hal itu, Ayub juga memberikan teladan yang baik oleh karena kesalehannya itu. Kita juga bisa melihat di sini bahwa kekayaan yang dimiliki Ayub tidak membuat Ayub lupa dan takabur. Tidak membuat dia merasa sombong dengan kekayaan dan kelimpahan yang dia miliki. Dan dia juga tidak lupa diri ...

Dalam Pemeliharaan Tuhan

 1 Raja-raja 17:5-6 5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.  6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. Kekeringan yang melanda negeri Israel adalah buah ketidaktaatan mereka karena hidup mereka telah menyimpang dari kebenaran yaitu menyembah Baal. Kekeringan yang melanda seluruh negeri menyebabkan kelaparan. Namun Tuhan menyatakan pemeliharaanNya terhadap Elia. Elia disuruh untuk pergi ke sungai Kerit, dimana disanalah Tuhan memeliharanya melalui perantaraan burung gagak yang mengantarkan makanan untuk Elia. Di tengah situasi yang sulit, Tuhan masih sangat peduli dan menunjukkan kemurahanNya dengan pemeliharaanNya. Demikian juga kepada kita, orang percaya pada masa kini, yang berharap dan bergantung pada Tuhan. Sudah pastilah kitapun akan dipelihara olehNya. IA mencukupkan segala kebutuhan kita, meskipun kita sedang mengh...

Hidup yang Saleh

  Ayub 1:1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Kitab Ayub merupakan salah satu kitab sastra puisi Ibrani. Sebuah karya sastra yang sangat bermakna dalam kehidupan. Kitab ini ditulis kira-kira sezaman dengan Abraham. Karena isi kitab ini tidak menyinggung masalah hukum taurat dan praktek pelaksanaannya. Hanya yang tertulis di dalamnya adalah bagaimana Ayub mengadakan penyembahan kepada Tuhan, bukan secara tidak langsung atau melalui para imam sesuai dengan ketentuan hukum taurat, dengan membakar korban bakaran di atas mezbah. Pada pasal 1, secara umum memberkan gambaran tentang kehidupan yang saleh. Ayat 1 mendeskripsika secara singkat pada dan jelas. Ayub 1:1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. איוב 1:1  אִישׁ הָיָה בְאֶרֶץ־עוּץ אִיֹּוב שְׁמֹו וְהָיָה ׀ הָאִישׁ הַהוּא תָּם וְיָשָׁר וִירֵא אֱלֹהִים ...

Melangkah dengan Pasti

Yosua 1:8-9 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." Sekali lagi, Tuhan mengingatkan agar senantiasa berpegang teguh pada ketetapan dan peraturan yang telah diberikan kepada mereka melalui Musa. Hal itu bertujuan agar kehidupan bangsa itu berhasil, terutama dalam menaklukan tanah Kanaan. Hal yang terpenting, yang kembali diulang pada bagian ayat ini adalah selain berpegang teguh, mereka diperintahkan untuk merenungkan taurat Tuhan siang dan malam. יהושע 1:8  לֹא־יָמוּשׁ סֵפֶר הַתֹּורָה הַזֶּה מִפִּיךָ וְהָגִיתָ בֹּו יֹומָם וָלַיְלָה לְמַעַן תִּשְׁמֹר לַעֲשֹׂות כְּכָל־הַכָּתוּב בֹּו כִּי־אָז תַּצְל...

Jadilah Kuat dan Pemberani

Yosua 1:6-7 6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Tentu bukan perkara yang mudah bagi Yosua untuk memimpin bangsa Israel ke tanah perjanjian itu. Beban mental tentu sangatlah berat, dan juga mengingat pengalaman yang terjadi sepanjang perjalanan di padang gurun. Namun Tuhan memberikan janji penyertaan kepada Yosua. Tak hanya janji penyertaan saja, bahkan Tuhan memberi perintah agar "kuatkanlah dan teguhkanlah hati." יהושע 1:6-7 6 חֲזַק וֶאֱמָץ כִּי אַתָּה תַּנְחִיל אֶת־הָעָם הַזֶּה אֶת־הָאָרֶץ אֲשֶׁר־נִשְׁבַּעְתִּי לַאֲבֹותָם לָתֵת לָהֶם׃ 7 רַק חֲזַק וֶאֱמַץ מְאֹד...

Dalam Penyertaan Tuhan Yosua 1:5

Yosua bin Nun, menjadi pemimpin bangsa Israel dan menggantikan Musa, yang telah meninggal. Pada waktu itu bangsa Israel hendak masuk ke tanah yang dijanjikan dengan menyeberangi sungai Yordan. Yosua diperintahkan oleh Tuhan agar segera bersiap memimpin bangsa itu. Dan Tuhan memberikan janji penyertaan kepada Yosua, sama seperti Tuhan menyertai Musa. יהושע 1:5  לֹא־יִתְיַצֵּב אִישׁ לְפָנֶיךָ כֹּל יְמֵי חַיֶּיךָ כַּאֲשֶׁר הָיִיתִי עִם־מֹשֶׁה אֶהְיֶה עִמָּךְ לֹא אַרְפְּךָ וְלֹא אֶעֶזְבֶךָּ׃ Yosua 1:5  Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kemudian Tuhan berfirman kepada Yosua agar senantiasa menguatkan dan meneguhkan hatinya, dan memegang teguh ketetapan Tuhan itu. Perhatikan ayat 5 di atas, bahwa dengan jelas bahwa Tuhan pasti akan menyertai "אֶהְיֶ֣ה עִמָּ֔ךְ" eh-yeh im-mak memeiliki arti bahwa Tuhan selal...

Pemeliharaan Tuhan di Masa Sukar

Pemeliharaan Tuhan di Masa Sukar Pada saat ini, kita sedang dilanda oleh wabah pandemi. Dampaknya sangat terasa di berbagai aspek masyarakat, terutama kalangan masyarakat menegah kebawah. Akibat dari wabah ini, banyak dari mereka yang terdampak secara ekonomi dan sosial. Sering kali mereka memutar otak dan berusaha bertahan di tengah pandemi. Mereka mengalami banyak kesulitan untuk bertahan di tengah situasi seperti ini. Namun meski dalam kesukaran yang kita hadapi saat ini. Justru membuat kita semakin bergantung pada Tuhan. Hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi situasi tersebut adalah senantiasa berharap pada pertolongan Tuhan. Karena di dalam masa sukar sekalipun, Tuhan tetap peduli kepada kita. Bahkan dalam situasi seperti itu, Tuhan masih memelihara kita. Hal yang kita perlu kita lakukan adalah mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Justru dalam kesukaranlah, Tuhan ingin menunjukkan kebaikan dan kemurahanNya melalui pemeliharaanNya, meski di masa sukar. Apapun yang terj...

Kisah Lelaki Tua dan Anak Semata Wayangnya

 Setelah mendengar hal itu, lelaki tua itu hanya bisa terdiam. Hatinya sedang berkecamuk. Bagaimana tidak, lelaki tua itu harus mempersembahkan anaknya satu-satunya itu yang ia ridukan setelah sekian puluh tahun. Dan ia sangat berharap bahwa anaknya itu akan menjadi ahli warisnya kelak. Dalam perenungannya, sang anak datang menghampiri bapanya itu. "Bapa kenapa?", tanya anak itu. "Ah, tidak. Besok kita akan ke gunung itu untuk mempersembakan korban. Bersiap-siaplah, aku bersama engkau akan naik ke gunung itu." jawab bapanya. "Ya, bapa." kata anak itu tanpa mengerti maksudnya. Keeseokan hari, pagi-pagi benar, mereka berangkat menuju gunung itu untuk mempersembahkan korban bagi Tuhan. Mereka membawa semau perlengkapan yang dibutuhkan dan berangkatlah mereka. Dalam perjalanan meteka, sang anak bertanya, "Bapa, kita sudah mempersiapkan semuanya. Namun bagaimana dengan kambing domba yang akan kita persembahkan?" "Ya, nanti Tuhan sediakan." j...

Mengasihi Bukan Hanya melalui Perkataan tetapi juga Melalui Perbuatan

Mengasihi, bukan hanya perkataan tetapi juga perbuatan 1 Yohanes 3:18 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Rasul Yohanes adalah salah satu dari keduabelas murid Yesus semasa pelayananNya di dunia ini. Rasul Yohanes adalah murid yang paling dikasihiNya. Bahkan ia adalah murid yang memiliki usia paling panjang. Rasul Yohanes bahkan menerima Wahyu pada saat ia dibuang di pulau Patmos. Ia menuliskan Injil Yohanes, Surat 1-3 Yohanes dan kitab Wahyu. Dalam Surat 1 Yohanes ini, ia tidak menuliskan secara panjang lebar tentang pengalamannya bersama Tuhan Yesus. Namun secara ringkas menyampaikan pesan dan inti dari pengalamanya itu.  Inti pesan yang dimaksud adalah kasih. Baik kasih dari dan kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Sebab bagi Rasul Yohanes, mengasihi Allah bukan hanya ditunjukkan melalui tindakan kita yang taat dan setia kepada Allah saja. Tetapi juga ditunjukkan dengan tindakan menga...

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga Setelah bangsa Israel menaklukan Yerikho, lalu mereka hendak menyerang Ai. Diutuslah pengintai ke kota itu. Berdasarkan laporan pengintai bahwa kota itu cukup kecil dan tidak perlu membawa banyak pasukan untuk menyerang. Tetapi pada kenyataannya, mereka menderita kekalahan yang menyedihkan. Yosua, sebagai pemimpin, sangat bersedih dan bertanya kepada Tuhan. Apakah yang sebenarnya terjadi? Lalu Tuhan menjawab bahwa ada salah seorang dari bangsa itu telah berbuat dosa dengan melanggar perintah Allah yaitu mengkhususkan barang yabg dikuduskan dari hasil rampasan penaklukan Yerikho. Keesoka harinya, Yosua mengunpulkan bangsa itu untuk mencari tahu siapakah yang telah berbuat dosa dan menyebabkan kekalahan bangsa itu. Akhirnya Akhan kedapatan telah melakukan dosa itu hingga akhirnya umat melemparinya dengan batu di lembah Akhor, dia dan sekeluarga. Betapa mengerikan apabila melanggar perintah Tuhan. Bukan hanya bagi Akhan dan keluarganya, namun bang...

Gehazi, Hamba Elisa

Gehazi, hamba Elisa. Gehazi adalah hamba Elisa. Dialah orang yang membantu nabi Elisa dalam setiap pelayanan. Suatu kali, Naaman, panglima perang raja Aram, mengalami sakit kusta. Sehingga ia datang dari Damsyik ke Samaria untuk menemui nabi Elisa agar sembuh dari sakit kustanya itu. Lalu Naaman, yang datang dengan membawa persembahan yang banyak itu datang dan menemui nabi Elisa. Nabi itu menyuruh Naaman agar mandi di sungai Yordan dan sembuhlah ia dari penyakitnya itu. Kemudian, ketika Naaman hendak memberikan persembahan itu,  Elisa menolak menerima hadiah dari Naaman.  Melihat hal itu, Gehazi sangat tergiur akan hadiah persembahan itu. Selang beberapa waktu kemudian, Gehazi segera menyusul Naaman. Dengan dalih dan motivasi palsu, Gehazi meminta sejumlah hadiah persembahan itu untuk kepentingan diri sendiri. Nabi Elisa yang mengetahui hal tersebut, menghukum Gehazi dengan menimpakan penyakit kusta itu kepadanya. Belajar dari kisah Gehazi, ketika kita melayani, milikilah mot...

Belajar dari Nuh

Belajar dari Kehidupan Nuh Kejadian 6:7-9 Keadaan dunia pada saat itu penuh dengan kejahatan dan kebrobokan moral. Tentu saja keadaan yang sedemikan juga berdampak bagi setiap aspek kehidupan manusia pada jaman itu. Manusia pada jaman itu juga mengalami keadaan yang sangat sulit dalam menjalani kehidupan mereka oleh karena kejahatan dan kebrobokan moral yang terjadi pada waktu itu. Tentu saja hal itu membuat Tuhan menyesal dan hendak menghapuskan semua makhluk yang hidup pada jaman itu dengan air bah. Riwayat tentang Nuh memberikan suatu gambaran tentang keadaan yang jauh lebih parah dalam pemandangan Tuhan. Tuhan mendapati bahwa bumi telah rusak, penuh dengan kekerasan dan semua manusia pun telah rusak. Padahal pada waktu Allah menciptakan bumi ini, Ia menjadikan segala sesuatunya sungguh amat baik (Kej. 1:31). Akan tetapi, di tengah-tengah kebobrokan tersebut Allah masih mendapati Nuh sebagai pribadi yang saleh dan tidak bercela di hadapan-Nya (9). Di tengah kefasikan dan kejahata...

Santapan Harian - Ketakutan Pembawa Kekacauan

Santapan Harian Ketakutan Pembawa Kekacauan  Yakobus 3:13-18  Kehidupan anak-anak Allah yang berhikmat ditunjukkan dengan cara hidup yang baik (13). Mereka suka damai, lembut, penurut, penuh belas kasihan, menghasilkan buah-buah yang baik, tidak memihak, dan tidak munafik (17). Buah kebenaran pun diberikan kepada mereka yang mengadakan damai (18). Kondisi jemaat Kristen dalam surat Yakobus sedang dalam keadaan miskin dan teraniaya. Mereka sulit mencukupi kebutuhan dasarnya. Ketika kebutuhan dasar sulit diperoleh, maka kesulitan itu menjadi ujian bagi jemaat. Ketakutan karena kurang tercukupi kebutuhan fisiknya bisa mengakibatkan seseorang menjadi egois. Bahkan, ada yang berani melakukan kejahatan dan kekacauan. Ketakutan tidak hanya dialami oleh orang miskin. Orang kaya pun bisa merasa ketakutan apabila terlalu mengandalkan harta miliknya. Oleh sebab itu, manusia menggunakan berbagai strategi licik untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Tak jarang terjadi, relasi y...

Berserulah dan Minta Pertolongan Tuhan

Berserulah dan Minta Pertolongan Tuhan Keluaran 2:23-25 23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka. Melihat petkembangan situasi yang terjadi pada saat ini, tentunya kita merasakan dampak dari pandemi yang sedang melanda negeri ini dan juga kebijakan PPKM yang diberlakukan di sejumlah daerah, bahkan diperpanjang. Kita juga melihat dan merasakan dampaknya cukup signifikan bagi berbagai aspek dan kalangan masyarakat. Beberapa orang mulai merasakan kesulitan dalm menjalani kegiatan mereka. Bahkan secara ekonomi dan sosial, banyak orang yang mengalami kesusahan dan kesulitan Bangsa Israel pada saat itupun juga mengalami kesukaran karena mereka diperbudak...

Menolong Orang dengan Cara Logis

Menolong Orang dengan Cara yang Logis Menolong orang seharusnya dengan cara yang logis dan tidak memberatkan yang ditolong. Apalagi malah memperparah keadaan yang ditolong. Sebagai contoh si A sedang membutuhkan pertolongan. Si B menawarkan pertolongan dengan syarat si A harus datang ke rumahnya. Namun keadaan si A tidak memungkinkan untuk ke sana. Karena ia tidak mampu berjalan sejauh itu, kira-kira 10 km jauhnya. Sebab si A habis terkena musibah kecelakaan yang menyebabkan dia cidera parah dan mengalami kesulitan berjalan. Apalagi berjalan sejauh itu. Sedangkan si B (yang memberikan pertolongan) berusaha memotivasi agar bisa sampai ke rumahnya si B. Si A berusaha ke sana, namun ia justru jatuh di tengah jalan yang menyebabkan ia babak belur dan cidera semakin parah. Bahkan beberapa orang berusaha menggotong dia kembali ke rumahnya. Dengan kondisi yang babak belur seperti itu ia masih bersikeras untuk ke rumahnya Si B walau harus bersusah payah seperti itu. Kadang kala, sadar ga sadar...

Merdeka dari Perbudakan Dosa

Merdeka dari Perbudakan Dosa Kitab Keluaran padal 1-15 menceritakan tentang keluarnya bangsa Israel dari perbudakan tanah Mesir. Pasal 1 menceritakan latar belakang terjadinya perbudakan itu. Di awali dengan terjadinya kelaparan yang melanda seluruh bumi pada waktu itu yang menyebabkan Yakub dan anak-anaknya hijrah ke Mesir. Waktu itu, Yusuf sudah berada di Mesir dan menjadi pejabat penting. Lalu mereka tinggal di tanah Gosyen. Selang beberapa waktu, dan generasi, munculah seorang raja yang tidak mengenal Yusuf sehingga raja itu mengambil tindakan untuk melaksanakan kerja paksa bagi orang Israel. Dengan tujuan agar orang Israel yang bertambah banyak itu tidak memberontak dan bersekutu dengan lawan-lawan mereka. Orang Israel dipaksa bekerja membangun kota-kota perbekalan bagi orang Mesir. Oleh karena perbudakan itu, orang Israel berseru-seru kepada TUHAN. Lalu TUHAN mendengarkan mereka dan mengutus pembebas, yaitu Musa dalam pasal 2-4.  Musa bersama dengan Harun pun menghadap kepada...

Sumbangsih Orang Percaya bagi Bangsa

Sumbangsih Orang Percaya bagi Bangsa Yeremia 29:7  Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.  Bangsa Yehuda pada saat itu mengalami pembungan di Babel. Mereka akan ada berada di sana 70 tahun lamanya. Nabi Yeremia mengirimkan surat kepada orang-orang di pembuangan Babel. Dalam suratnya itu, nabi Yeremia menuliskan pesan kepada mereka agar senantiasa memgang teguh perintah Tuhan. Tak hanya itu saja, mereka juga harus tetap melakukan kegiata seperti biasa. Bahkan di dalam suratnya itu, mereka harus tetap mengusahakan kesejahteraan dan berdoa bagi tempat dimana mereka tinggal saat itu. Sebagai orang percaya yang tinggal di Indonesia, tentunya kita patut bersyukur. Karena negara mwnjamin kebebasan beragama. Kita sebagi kaum minoritas di negara ini, sudah pastinya tetap memberi sumbangsih bagi bangsa ini. Caranya adalah kita turit serta dan berpartisipasi membangun bangsa ini atau...

Pengajaran yang Berulang-ulang dan Turun-temurun

Studi Ulangan 6 - Part 002 Pengajaran yang Berulang-ulang dan Turun-temurun Ulangan 6:6-9 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,   7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,  9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.  דברים 6:6-9 6 וְהָיוּ הַדְּבָרִים הָאֵלֶּה אֲשֶׁר אָנֹכִי מְצַוְּךָ הַיֹּום עַל־לְבָבֶךָ׃ 7 וְשִׁנַּנְתָּם לְבָנֶיךָ וְדִבַּרְתָּ בָּם בְּשִׁבְתְּךָ בְּבֵיתֶךָ וּבְלֶכְתְּךָ בַדֶּרֶךְ וּבְשָׁכְבְּךָ וּבְקוּמֶךָ׃ 8 וּקְשַׁרְתָּם לְאֹות עַל־יָדֶךָ וְהָיוּ לְטֹטָפֹת בֵּין עֵינֶיךָ׃ 9 וּכְתַבְתָּם עַל־מְזוּזֹת בֵּיתֶךָ וּבִשְׁעָרֶיךָ׃ ס Pada bagian ayat ini, Musa berkata pada seluruh bangsa Israel untuk...

Semangat Nasionalisme Orang Percaya

Semangat Nasionalisme Sebentar lagi kita akan memperingati kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke-76 tahun. Pada tanggal 17 Agustus 1945, kira-kira pukul 10.10 WIB di Pegangsaan timur, Jakarta, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta memplokamirkan kemerdekaan Indonesia. Itulah tonggak sejarah bangsa dan menjadi titik puncak hasil perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Sebenarnya sudah sejak dahulu bangsa Indonesia terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan itu. Namun awal mula titik tolak perjuangan bangsa dimulai dengan kebangkitan bangsa pada Oktober 1908, yang mana pada saat itu timbul kesadaran untuk berjuang melalui cara diplomatik. Dengan mulai berdirinya beberapa partai politik berjuang dengan cara perundingan. Ditambah situasi saat itu di dunia internasional, sedang berkecamuk konflik internasional yang menyebabkan Belanda merasa takut negara jajahanya akan lepas. Maka dari itu, Belanda menerapkan politik balas budi, yang mana bagian dari kebijakan itu ad...

Ketika Kita Mulai Takabur

Ketika Kita Mulai Takabur 2 Raja-raja 20:19 Raja Hizkia memerintah Ywhuda, ia adalah raja yang berkenan di hadapan Tuhan. Sehingga Tuhan menyertainya dan membuatnya berhasil. Ia sempat jatuh sakit dan hampir meninggal, namun karena hidupnya berkenan di hadapan Tuhan. Ia beroleh kesembuhan bahkan usianya diperpanjang. Lalu pada saat Yehuda dikepung oleh Sanherib, ia bersujud dan merendahkan diri bersama seluruh bangsa itu memohon pertolongan Tuhan. Dan Tuhan meluputkan bangsa itu dari ancaman Sanherib. Pada suatu ketika, datanglah para utusan dari Babel. Dengan tangan terbuka, raja Hizkia menyambut mereka. Dengan tak sungkan-sungkan, ia memamrwkan seluruh isi istana tanpa kecuali. Ia belum menyadaei bahwa para utusan itu sedang mengintai Yehuda. Rupanya hal itu merupakan suatu hal yang tidak berkenan bagi Tuhan, sehingga melalui nabi Yesaya, raja Hizkia ditegur. Secara lahiriah, memang raja Hizkia menganggap itu merupakan hal baik. Namun dalam hatinya berbeda dengan yang diucapkannya, y...

Tetap Miliki Sukacita Walau Keadaan Sulit

Tetap Miliki Sukacita walau Keadaan Sulit Filipi 4:4 Rasul Paulus, pada saat itu, mengalami pemenjaraan oleh karena pemberitaan Injil. Surat Filipi adalah salah satu surat Paulus ketika berada di penjara. Surat ini ditujukan kepada jemaat di Filipi oleh karena permasalahan yang terjadi dalam jemaat di Filipi, yaitu konflik pribadi yang berdampak pada pekerjaan Tuhan di Filipi. Untuk itu, Rasul Paulus menuliskan surat ini agar permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Dalam suratnya tersebut, Rasul Paulus memberikan nasihat agar senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan di antara jemaat yang sedang berselisih, yaitu dengan mengutamakan kepentingan orang lain dan belajar merendahkan diri sama seperti Kristus yang menrendahkan diri, mengambil rupa sebagai seorang hamba, tidak menonjolkan keutamaan diriNya, mengosongkan diri sebagai manusia, tidak meanggap kesetaraan diriNya sebagai Allah, bahkan rela mati demi umat manusia. Inilah nasehat yang diberikan Rasul Paulus kepada mereka. Da...

Sikap Orang Percaya dalam Menghadapi Tantangan

Sikap Mental Orang Percaya dalam Menghadapi Tantangan Bilangan 13-14 Bangsa Israel pada waktu itu hendak menduduki tanah Kanaan. Karena mereka belum mengetahui keadaan tanah itu, maka Musa mengutus keduabelas pengintai untuk menyelidiki keadaan negeri itu. Selama 40 hari, mereka pergi menyelidiki negeri itu dengan seksama. Setelah mereka selesai menyelidiki negeri itu, mereka memberi laporan kepada Musa dan bangsa itu. Kesepuluh orang itu memang pada awalnya menceritak dengan detail keadaan negeri yang diintai itu. Memang benar bahwa negeri itu berlimpah susu dan madunya, malah mereka membawa oleh-oleh berupa  setandan anggur dari  lembah Eskol, bahkan sampai dua orang yang membawa setandan buah anggur itu. Namun sayangnya, mereka justru memiliki mental pesimis dan mengatakan bahwa tidak mungkin bangsa Israel dapat melawan dan menaklukan mereka, yang dikenal memiliki perawakan tinggi besar dan kuat. Sehingga bangsa Israel diumpamakan sebagai seekor belalang dihadapan orang-ora...

Studi Ulangan 6 - Part 001

Hukum Terutama yang Paling Utama Ulangan 6 Pendahuluan Kitab Ulangan ini adalah kitab kelima dari lima kitab yang ditulis oleh Musa. Kitab ini menceritakan tentang riwayat perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian. Di kitab ini, Musa kembali meriwayatkan kembali sejarah perjalanan bangsa itu kepada generasi yang baru, yaitu generasi yang baru dari bangsa itu. Karena generasi yang lama telah habis dan mati di padang gurun akibat sikap keras kepala dan ketegaran hati mereka terhadap TUHAN dan hanya menyisakan Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun. Di dalam kitab inilah, Musa menulis ulang hukum taurat agar menjadi pegangan dan pedoman hidup bangsa itu saat menduduki Tanah Perjanjian kelak nantinya. Tujuannya agar generasi yang baru itu tidak mengikuti sifat pendahulu mereka. Selain itu, kitab ini menguatkan perjanjian yang telah diadakan oleh TUHAN dengan bangsa itu mengenai Tanah yang Dijanjikan itu. Konteks dekat Pada pasal 1-3, Musa meriwayatkan berbagai peristiwa yang menja...