Dalam Penyertaan Tuhan Yosua 1:5
Yosua bin Nun, menjadi pemimpin bangsa Israel dan menggantikan Musa, yang telah meninggal. Pada waktu itu bangsa Israel hendak masuk ke tanah yang dijanjikan dengan menyeberangi sungai Yordan. Yosua diperintahkan oleh Tuhan agar segera bersiap memimpin bangsa itu.
Dan Tuhan memberikan janji penyertaan kepada Yosua, sama seperti Tuhan menyertai Musa.
יהושע 1:5 לֹא־יִתְיַצֵּב אִישׁ לְפָנֶיךָ כֹּל יְמֵי חַיֶּיךָ כַּאֲשֶׁר הָיִיתִי עִם־מֹשֶׁה אֶהְיֶה עִמָּךְ לֹא אַרְפְּךָ וְלֹא אֶעֶזְבֶךָּ׃
Yosua 1:5 Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kemudian Tuhan berfirman kepada Yosua agar senantiasa menguatkan dan meneguhkan hatinya, dan memegang teguh ketetapan Tuhan itu.
Perhatikan ayat 5 di atas, bahwa dengan jelas bahwa Tuhan pasti akan menyertai "אֶהְיֶ֣ה עִמָּ֔ךְ" eh-yeh im-mak memeiliki arti bahwa Tuhan selalu bersama dengan kita. Dalam terjemahan bahasa Inggris "I shall be with you" atau dapat diterjemahkan "Aku (Tuhan) akan selalu bersamamu". Bukan hanya bersama dengan kita, lebih lanjut, Tuhan berfirman bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan dan tidak akan pernah membiarkan kita.
Perhatikan kata kerja yang digunakan pada kedua kata kerja ini (meninggalkan dan membiarkan), kata kerja yang di gunakan adalah אַרְפְּךָ֖ (ar-pe-ka) hiphil imperfek, orang pertama umum tunggal dengan morfologi orang kedua maskulin tunggal. אַרְפְּךָ֖ bentuk hiphil dari akar kata רָפָה (raphah).
Lalu perhatikan kata kerja selanjutnya adalah אֶעֶזְבֶֽךָּ (’e·‘ez·ḇe·kā) yaitu Qal, Imperfek, orang pertama, umum, tunggal dari kata עָזַב (azab). Kedua kata kerja itu menggunakan kala imperfek, ini menunjukkan bahwa tindakan itu sedang berlangsung atau dengan kata lain bahwa tindakan itu berkesinambungan. Dengan demikian dapat diartikan bahwa selain Tuhan beserta dengan kita (to be with), Ia juga senantiasa tidak akan pernah meninggalkan (lo) dan tidak akan membiarkan (forsake) kita. Ini berarti bahwa penyertaan Tuhan besifat senantiasa, dengan syarat bahwa kita (dan juga bangsa Israel) juga senantiasa menjaga dan menaati hukum dan ketetapan Tuhan.
"Aku tidak akan membiarkan engkau. Secara harfiah, Aku tidak akan meninggalkanmu (bdg. 10:6; "jangan menarik tangan-Mu"); Aku tidak akan meninggalkanmu dalam kesukaran." (© Wycliffe Bible Commentary).
Janji Allah yang mendasar kepada Yosua -- "Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" -- juga merupakan komitmen Allah kepada semua orang percaya di dalam pergumulan iman mereka. (© Full Life: Penuntun Hidup Berkelimpahan).
Janji penyertaan Tuhan, bukan hanya untuk bangsa Israel (terkhusus Yosua bin Nun), namun juga berlaku atas kehidupan kita. Apalagi pada saat seperti ini kita sedang menghadapi kesulitan oleh karena pandemi yang sedang mewabah. Dalam situasi kita pada saat ini, yang dapat kita lakukan adalah senantiasa berharap pada penyertaan Tuhan, asalkan kita senantiasa berpegang teguh, taat dan setia pada kehendak Tuhan.
(Bersambung, untuk pembahasan "kuatkanlah dan teguhkanlah" di Yosua pasal 1)
Sumber Refrensi:
© Full Life: Penuntun Hidup Berkelimpahan.
© Wycliffe Bible Commentary
Dengan penyesuaian peredaksian
©Lunar Solarius™
+6281230188946
Comments
Post a Comment