Hidup yang Saleh
Ayub 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Kitab Ayub merupakan salah satu kitab sastra puisi Ibrani. Sebuah karya sastra yang sangat bermakna dalam kehidupan. Kitab ini ditulis kira-kira sezaman dengan Abraham. Karena isi kitab ini tidak menyinggung masalah hukum taurat dan praktek pelaksanaannya. Hanya yang tertulis di dalamnya adalah bagaimana Ayub mengadakan penyembahan kepada Tuhan, bukan secara tidak langsung atau melalui para imam sesuai dengan ketentuan hukum taurat, dengan membakar korban bakaran di atas mezbah.
Pada pasal 1, secara umum memberkan gambaran tentang kehidupan yang saleh. Ayat 1 mendeskripsika secara singkat pada dan jelas.
Ayub 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
איוב 1:1 אִישׁ הָיָה בְאֶרֶץ־עוּץ אִיֹּוב שְׁמֹו וְהָיָה ׀ הָאִישׁ הַהוּא תָּם וְיָשָׁר וִירֵא אֱלֹהִים וְסָר מֵרָע׃
Translitetasi:
Iyob 1:1
Ish hayah ba'arets Uz, Iyob syemo wa-hayah. Ha ish hahu tam weyasyar wy-re elohim we sar me ra.
Terjemahan bebas:
Seorang laki-laki ada di tanah Us. Ayub namanya. Laki-laki itu (seorang yang) jujur, tidak bersalah, seorang yang takut akan Tuhan dan menghindari kejahatan.
Berdasarkan ayat 1 ini menyediakan profil singkat mengenai Ayub. Disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang tinggal di tanah Us bernama Ayub. Lalu kalimat berikutnya mendeskripsikan tentang karakter atau watak Ayub.
Dijelaskan bahwa Ayub adalah seorang yang jujur (dan) tidak bersalah. Frasa kata yang dipakai adalah תָּם וְיָשָׁר (tom wayasar) yang mendefinisikan bahwa Ayub memiliki kehidupan yang lurus benar. Yang menjadi standar kehidupan moral yang ada pada saat itu adalah sikap hidup yang berdasarkan hati nurani, baik dalam ibadah penyembahan dengan Tuhan maupun hubungan dengan sesama. Karena segala sesuatu dilandaskan atas dasar takut akan Tuhan. Karena pada saat itu belum ada ketetapan dan peraturan seperti hukum taurat. Namun dengan dasar takut akan Tuhan, seseorang akan mempertimbangkan apakah tindakannya baik atau jahat tergantung hati nurani.
Menjauhi kejahatan adalah salah satu bagian dari takut akan Tuhan. Hal ini mencakup hubungan dengan sesama. Apa dan bagaimana memperlakukan orang lain. Kata kerja וְסָ֥ר (Wesar) Qal, Pertisip, Maskulin, Tunggal. Bentuk kata kerja partisip di sini menunjukkam bahwa kata kerja "menjauhi" adalah kata kerja yang mengikuti tindakan "takut akan Tuhan". Maksudnya adalah jika seseorang hidupnya takut akan Tuhan, maka secara otomatis iapun menjauhi kejahatan.
(Bersambung...)
©Lunar Solarius™
+6281230188946
Comments
Post a Comment