Studi Ulangan 6 - Part 001

Hukum Terutama yang Paling Utama

Ulangan 6
Pendahuluan
Kitab Ulangan ini adalah kitab kelima dari lima kitab yang ditulis oleh Musa. Kitab ini menceritakan tentang riwayat perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian. Di kitab ini, Musa kembali meriwayatkan kembali sejarah perjalanan bangsa itu kepada generasi yang baru, yaitu generasi yang baru dari bangsa itu. Karena generasi yang lama telah habis dan mati di padang gurun akibat sikap keras kepala dan ketegaran hati mereka terhadap TUHAN dan hanya menyisakan Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun.
Di dalam kitab inilah, Musa menulis ulang hukum taurat agar menjadi pegangan dan pedoman hidup bangsa itu saat menduduki Tanah Perjanjian kelak nantinya. Tujuannya agar generasi yang baru itu tidak mengikuti sifat pendahulu mereka. Selain itu, kitab ini menguatkan perjanjian yang telah diadakan oleh TUHAN dengan bangsa itu mengenai Tanah yang Dijanjikan itu.

Konteks dekat
Pada pasal 1-3, Musa meriwayatkan berbagai peristiwa yang menjadi peringatan penting yang telah terjadi akan kedaulatan dan kekuasaan Allah yang dahsyat. Kemudian pada pasal 4, Musa memberi nasehat kepada bangsa itu agar senantiasa memelihara hukum taurat TUHAN dan senantiasa mengajarkannya turun temurun. Pasal 5 ini kembali menyampaikan perihal Kesepuluh Hukum yang telah ia terima sebelumnya di gunung Sinai dan menjadi dasar hukum dan peraturan yang berlaku dikalangan bangsa Israel.
Pasal 6
Hingga pada pasal 6 ini, kembali menekankan pentingnya pengajaran hukum taurat dan peraturan-peraturannya.

Ayat 1-3
Jika kita perhatikan ayat 1-3, Musa menekankan betapa pentingnya memegang teguh hukum taurat ketika mereka nantinya akan menduduki Tanah yang Dijanjikan itu. Bahkan sangatlah penting untuk mengajarkan hukum dan peraturan itu secara turun-temurun kepada keturunan mereka. Disini juga terdapat janji Tuhan apabila mereka tetap memegang teguh hukum dan peraturan itu. Bangsa itupun juga dituntut untuk melakukan dengan taat supaya mereka dapat merasakan dan menikmati janji Tuhan di Tanah Perjanjian.

Kajian ayat 4
Ayat 4, Musa dengan jelas menyampaikan "Shema Yisrael: Adonai (YHWH) Eloheka, Adonai Ehad." Ini adalah suatu pengakuan yang mutlak bagi bangsa itu bahwa TUHAN itu adalah Allah mereka dan TUHAN itu adalah esa. Maksudnya yang menjadi sesembahan yang utama bagi bangsa Israel adalah TUHAN yang dengan kuat kuasaNya melepaskan dan menuntun bangsa itu keluar dari perbudakan tanah Mesir serta memuntun mereka ke Tanah Perjanjian itu. Tidak hanya menuntun saja, TUHAN juga memelihara dan menyertai mereka dengan kedahsyatan kuasaNya sehingga bangsa lain yang mendengar hal itu menjadi takut dan gentar. Meskipun bangsa itu berulangkali mecobai TUHAN dengan memberontak dan menyakiti hati TUHAN, namun kasih setiaNya yang sangat besar sehingga bangsa itu tetap masih ada. Ayat ini, secara teologis, manunjukkan kemutlakan TUHAN dalam segala hal. Hanya TUHAN satu-satunya yang menjadi sesembahan yang absulot bagi bangsa itu. Dengan kata lain hanya TUHANlah yang menjadi Allah bagi mereka.  Selanjutnya frasa kata "Adonai (YHWH) ehad " semakin mempertegas kemutlakan dan kebasolutan TUHAN yang maha esa. Hanya TUHAN satu-satunya Sang Pencipta yang hanya patut disembah oleh bangsa itu. Tidak ada yang lain, kalau kita melihat kembali saat awal Musa dipanggil dan diutus untuk menyelamatkan bangsa itu dari perbudakan Mesir. TUHAN menyatakan DiriNya kepada Musa "AKU ADALAH AKU" (Ego eimi/Εγο ειμι), Hayah Asyer Hayah, dalam bahasa Ibrani, berikut teks asli dari Keluaran 3:14
שמות 3:14 (WLC)  וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃

Transilterasi : Wa'amar Elohim al-mosyeh: hayah asyer hayah, wayomer koh amar lebanu yisrael ehayah shalakhnu elokhim.
(NB: transliterasi ini bukan hasil bantuan dari software Bible Works ataupun bantuan software lain, karena ngetik artikel ini pake hp android, belum punya laptop 😀)
Kalau kita perhatikan ini juga pernyataan yang mutlak dan absolut dari TUHAN. Lalu kita coba perhatikan dalam Keluaran 20:2, dengan jelas TUHAN menyatakan DiriNya kepada Musa dan bangsa itu demikian,
Keluaran 20:2  "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

שמות 20:2  אָנֹכִי יְהוָה אֱלֹהֶיךָ אֲשֶׁר הֹוצֵאתִיךָ מֵאֶרֶץ מִצְרַיִם מִבֵּית עֲבָדִים׃


Transliterasi:
Anuki YHWH (Adonai) Elohim asyer hatse'tin ma'erets mitsrayim mibayit `abadim.
Kita bisa melihat penyataan TUHAN yang absolut, mutlak dan esa di dalam ayat tersebut dan kemudian menjadi pendahuluan dari peraturan dan akhiran setiap TUHAN memberikan hukum dan peraturan untuk bangsa itu.
Rasanya tidak afdol jika tidak melihat teks asli dari Ulangan 6:4,
דברים 6:4  שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָד ׃

Transliterasi:
Syema yisrael, YHWH (Adonai) eloheka, YHWH (Adonai), ehad

Ini adalah bukti keesaan yang absolut dan mutlak atau biasa disebut dengan ketauhidan Allah. Tuhan yang maha Esa. Hanya TUHANlah yang secara mutlak dan absolut yang harus disembah dan tidak ada yang lain.

Ayat 5
דברים 6:5  וְאָהַבְתָּ אֵת יְהוָה אֱלֹהֶיךָ בְּכָל־לְבָבְךָ וּבְכָל־נַפְשְׁךָ וּבְכָל־מְאֹדֶךָ׃

Transliterasi:
Wahakit et-YHWH (Adonai) elohim bekol-lebabekol wa-bekol nipsyeka wa bekol mi'areka.
Ulangan 6:5  Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Inilah yang menjadi hukum yang utama dan terutama yaitu mengasihi TUHAN yaitu yang menjadi sesembahan kita dengan segala totalitas. Yaitu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa bahkan dengan segenap kekuatan.
Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus dalam pengajarannya tentu berlandaskan kepada hukum taurat, yaitu hukum yang terutama dan utama dalamMatius 22:37  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Pada saat seorang ahli taurat bertanya untuk mencobai Yesus.
Sudah sangat jelas dan gamblang bahwa hanyalah TUHAN yang mutlak dan absolut sehingga menjadi prioritas utama untuk kita mengasihi TUHAN dengan seluruh totalitas kehidupan kita, sebab kini hanyalah ciptaanNya yang terbuat dari debu dan tanah saja. Hukumnya sangat mutlak dan tidak dapat ditawar lagi untuk mengasihi TUHAN melalui ibadah penyembahan dengan seluruh totalitas. (Sepertinya bersambung, karena masih banyak aspek yang dibahas dalam pasal ini dan terkandung-penulis).
Untuk itu, mari kita untuk senantiasa mengasihi TUHAN dengan seluruh totalitas kita melalui ibadah penyembahan yang sungguh-sungguh segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan kita. Tetap semangat dan sukses selalu. Salam sehat dan TUHAN memberkati.

©Lunar Solarius
+6281230188946

(Tunggu sambungannya ya....)

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang