Melangkah dengan Pasti

Yosua 1:8-9

8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

Sekali lagi, Tuhan mengingatkan agar senantiasa berpegang teguh pada ketetapan dan peraturan yang telah diberikan kepada mereka melalui Musa. Hal itu bertujuan agar kehidupan bangsa itu berhasil, terutama dalam menaklukan tanah Kanaan.

Hal yang terpenting, yang kembali diulang pada bagian ayat ini adalah selain berpegang teguh, mereka diperintahkan untuk merenungkan taurat Tuhan siang dan malam.

יהושע 1:8  לֹא־יָמוּשׁ סֵפֶר הַתֹּורָה הַזֶּה מִפִּיךָ וְהָגִיתָ בֹּו יֹומָם וָלַיְלָה לְמַעַן תִּשְׁמֹר לַעֲשֹׂות כְּכָל־הַכָּתוּב בֹּו כִּי־אָז תַּצְלִיחַ אֶת־דְּרָכֶךָ וְאָז תַּשְׂכִּיל׃

Yosua 1:8  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Perhatikan bahwa ungkapan kalimat
  לֹא־יָמוּשׁ סֵפֶר הַתֹּורָה הַזֶּה מִפִּיךָ
Transliterasi :
Lo yamus seper hatorah hezeh mipeka.
Yang artinya adalah "janganlah hukum torat ini pergi dari mulutmu." Perhatikan kata יָמ֡וּשׁ (yamush), Qal, Imperfek, Orang Ketiga, Maskulin, Tunggal. Ditambah dengan awalan לֹֽא (Lo) yang merupakan adverb negatif. Ini menunjukan bahwa סֵפֶר הַתֹּורָה (seper ha-torah) tidak boleh beranjak dari מִפִּיךָ (mipeka) mulut atau perkataan mereka. Ini juga menjadi gaya hidup mereka untuk senantiasa memperkatakan firman Tuhan (hukum taurat).

Namun bukan hanya mereka diperintahkan agar hukum taurat tidak pergi dari mulut/perkataan mereka, mereka juga diperintahkan untuk merenungkan siang dan malam.
Perhatikan וְהָגִיתָ בֹּו (wehagita bow), Vav konsekutif, Qal, Konjungsi Perfek, Orang Kedua, Maskulin, Tunggal. Ini masih berkaitan dengan kalimat sebelumnya, karena menggunakan Vav Konsekutif, yang berasal dari kata הָגָה (hagah) yang berarti "merenungkan" maksudnya adalah taurat Tuhan bukan hanya sekadar di dalam mulut/perkataan saja, melainkan juga direnungkan setiap waktu dengan tujuan agar mereka bertindak secara hati-hati sesuai dengan apa yang tertulis di taurat Tuhan itu. Firman Tuhan yang senantiasa kita perkatakan juga harus direnungkan karena ketika kita merenungkan Firman Tuhan itu pengaruhnya bukan hanya di dalam alam pikiran kita tetapi juga dalam tindakan sikap perbuatan kita. Karena Firman Tuhan itu bertujuan agar kita senantiasa bertindak hati-hati sesuai dengan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan itu. Dengan demikian, kelak nantinya hidup kita pasti berhasil dan diberkati oleh Tuhan. Frasa kata siang dan malam menunjukkan bahwa perenungan Firman Tuhan itu harus dilakukan setiap hari, bukan hanya waktu-waktu tertentu saja.

Ayat 8 ini mengingatkan kepada kita agar senantiasa melakukan apa yang diFirmankan Tuhan itu dalam kehidupan, karena Firman Tuhan merupakan pedoman hidup orang percaya. Bukan hanya pedoman hidup saja, tetapi menjadi gaya hidup orang percaya. Karena dengan hal itu, kita tidak akan mudah goyah dan diombang-ambingkan dengan keadaan dunia yang semakin tidak menentu.

Kemudian pada ayat 9,

יהושע 1:9  הֲלֹוא צִוִּיתִיךָ חֲזַק וֶאֱמָץ אַל־תַּעֲרֹץ וְאַל־תֵּחָת כִּי עִמְּךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ בְּכֹל אֲשֶׁר תֵּלֵךְ׃ פ

Yosua 1:9  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

Tuhan kembali mempertegas agar senantiasa tetap menjadi kuat dan berani oleh karena penyertaan Tuhan. Lagi-lagi menggunakan kata kerja Imperfek (חֲזַק וֶאֱמָץ). Ungkapan ini sama dengan yang ada di ayat 6-7. Terlihat jelas bahwa Tuhan memberikan dukungan moral bagi Yosua dalam memimpin bangsa itu. Dukungan itu adalah janji penyertaan Tuhan yang membuat Yosua menjadi kuat dan berani dalam memimpin bangsa itu, asalkan kehidupan mereka senantiasa berpegang teguh dan melakukan hukum taurat di dalam kehidupan mereka.

Demikian juga denga kehidupan orang percaya, janji penyertaan Tuhan akan selalu ada bagi kita yang sungguh-sungguh hidupnya berkenan di hadapan Tuhan dan senantiasa memiliki mental yang positif. Dalam hal ini tentunya dibutuhkan penyerahan total dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Agar kita dapat merasakan dan menikmati berkat yang Tuhan sediakan bagi kita. Untuk itu, tetaplah kita menjadi kuat di dalam Tuhan dan berani menghadapi setiap tantangan dan pergumulan karena Tuhan senantiasa menyertai kita. Dan oleh karena Tuhanlah, kita bisa berhasil dalam menghadapi dan melewati tantangan dan pergumulan hidup kita. Dengan demikian sebagai orang percaya, kita dapat melangkah dengan pasti. (End).

©Lunar Solarius™
+6281230188946

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang