Merdeka dari Perbudakan Dosa
Merdeka dari Perbudakan Dosa
Kitab Keluaran padal 1-15 menceritakan tentang keluarnya bangsa Israel dari perbudakan tanah Mesir. Pasal 1 menceritakan latar belakang terjadinya perbudakan itu. Di awali dengan terjadinya kelaparan yang melanda seluruh bumi pada waktu itu yang menyebabkan Yakub dan anak-anaknya hijrah ke Mesir. Waktu itu, Yusuf sudah berada di Mesir dan menjadi pejabat penting. Lalu mereka tinggal di tanah Gosyen.
Selang beberapa waktu, dan generasi, munculah seorang raja yang tidak mengenal Yusuf sehingga raja itu mengambil tindakan untuk melaksanakan kerja paksa bagi orang Israel. Dengan tujuan agar orang Israel yang bertambah banyak itu tidak memberontak dan bersekutu dengan lawan-lawan mereka. Orang Israel dipaksa bekerja membangun kota-kota perbekalan bagi orang Mesir. Oleh karena perbudakan itu, orang Israel berseru-seru kepada TUHAN. Lalu TUHAN mendengarkan mereka dan mengutus pembebas, yaitu Musa dalam pasal 2-4.
Musa bersama dengan Harun pun menghadap kepada Firaun agar membebaskan bangsa Israel. Namun Firaun bersikeras tidak mau membebaskan bangsa Israel. Hingga TUHAN menghukum bangsa Mesir dengan sepuluh tulah yang ditimapakanNya atas bangsa Mesir. Sehingga bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, tanah perbudakan melalui Musa yang diutus untuk membebaskan mereka dari perbudakan itu.
Ini adalah suatu gambaran bagi orang percaya masa kini. Dahulu kita berada di dalam perbudakan dosa. Namun melalui karya keselamatan Tuhan Yesus Kristus, kita dibebaskan dan dimerdekakan dari dosa.
Jika kita belajar sejarah, kita tahu bangsa ini pernah mengalami penjajahan dari bangsa asing. Melalui perjuangan yang berat, akhirnya bangsa kita ini menjadi bangsa yang merdeka, lepas dari penjajahan bangsa asing.
Secara rohani dapat dimaknai berikut, kita dahulu sebelum mengenal Tuhan Yesus sebagai juruaselamat, hidup kita ada di dalam penjajahan dan perbudakan dosa. Dosa yang dimaksud adalah dosa warisan, akibat kejatuhan manusia pertama. Kehidupan kita pada waktu itu kecenderungannya adalah diperbudak oleh dosa. Kecenderungannya adalah melakukan perbuatan dosa yang menyebabkan kita mendapat murka penghukuman Allah. Alhasil adalah kita berada di dalam murka Allah. Hukumannya sudah pasti yaitu maut dan penghukuman kekal.
Namun ketika kita menyerahkan diri, percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, saat itulah kita dibebaskan dari perbudakan dosa. Atau dengan kata lain dimerdekakan dari perbudakan dosa. Secara soteriologis, itu disebut positon sanctification, atau pengudusan secara posisi.
Kita patut bersyukur, ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita dibebaskan dari perbudakan dosa melalui karya keselamatan Kristus sehingga kita sudah tidak lagi berada di bawah perbudakan dosa itu.
Namun, ketika kita sudah dibebaskan dari perbudakan dosa itu, ada tanggung jawab yang harus kita lakukan. Yaitu kita harus berusaha untuk menjadi serupa dengan Kristus. Bukan semata-mata ketika kita diselamatkan dari perbudakan dosa lalu kita malah berbuat semau kita sendiri.
Bangsa Israel yang dibebaskan dari perbudakan tanah Mesir diberikan tanggung jawab atas pembebasan itu. Mereka harus tunduk dan taat kepada TUHAN melalui perintah dan ketetapan yang diberikan oleh TUHAN melalui perantaraan Musa.
Ketika kita dibebaskan dari perbudakan dosa menuntut tanggung jawab moral untuk taat dan setia kepada setiap perintah Tuhan agar kehidupan kita berkenan kepada Tuhan. Memang secara posisi, dosa kita sudah diampuni. Namun hal itu juga menuntut kita untuk senantiasa taat dan setia pada perintah Tuhan. Ini disebut juga progressif sanctification atau pengudusan pragoresif, yang mana dengan adanya progressif sanctification ini tujuannya adalah benar-benar menguduskan kita dari dosa hingga pada puncaknya adalah final sanctification atau pengudusan puncak.
Bangsa Israel dalam perjalanannya ke tanah perjanjian itu juga demikian. Mereka yang benar-benar taat pada ketetapan dan hukum perintah TUHAN akan memperoleh apa yang dijanjikan TUHAN. Secara rohani dapat dipahami bahwa Tuhan ingin kehidupan kita berkenan kepadaNya, maka dari itu Tuhan ingin membersihkan sisa-sisa dosa yang ada di dalam diri kita hingga kehidupan kita benar-benar berkenan bagi Tuhan dan ini adalah proses yang harus kita jalani selama kita diberi waktu dan kesempatan ada di dunia ini.
Maka dari itu, mari kita yang sudah ditebus dan dimerdekakan dari perbudakan dosa untuk senantiasa berusaha dan berjuang agar kahidupan kita berkenan bagi Tuhan sehingga kita mendapat bagian dari apa yang dijanjikanNya.
Perlu diingat bahwa kemerdekaan dari perbudakan dosa adalah suatu anugerah yang luar biasa dari Tuhan melalui karya keselamatan Kristus. Harganyapun tiada ternilai oleh emas maupun perak. Sekali lagi, secara posisi kita sudah dimerdekakan dari dari pervudakan dosa namun ada tanggung jawab moral yang harus kita taati dan patuhi. Karena keselamatan yang kita peroleh itu adalah anugerah.
Mari kita sebagai orang percaya yang sudah diselamatkan dari perbudakan dosa untuk senantiasa menaati segala perintahNya dengan segala totalitas yang kita miliki agar kehidupan kita senantiasa berkenan dan kelak mendapatkan apa yang telah Tuhan janjikan.
Merdeka...!!!!
Tetap semangat dan sukses selalu. Salam sehat. Tuhan memberkati.
©Lunar Solarius
+6281230188946
Comments
Post a Comment