Kualitas Iman yang Teruji

 Ayub 2


Rupanya Iblis masih kurang puas untuk mencobai Ayub. Lalu Iblispun meminta ijin untuk mencobai Ayub lagi. Kali ini adalah keadaan fisik Ayub, yaitu Ayub ditimpakan suatu penyakit yang mengerikan bahkan istrinya mengolok-olok dan meninggalkan Ayub. Namun kita melihat bagaimana kesalehan Ayub ini. Meski diperlakukan demikan - istrinya menyuruh Ayub untuk mengutuki Allah - Ayub tetap konsisten dengan kesalehannya. Bahkan Ayub mau menerima keadaannya yang sedemikian rupa. 


Seringkali dalam kehidupan kita ini diperhadakan dengan masalah yang bertubi-tubi. Belum lagi selesai masalah satu, muncul lagi masalah yang lain. Namun hal itu merupakan ujian yang Tuhan ijinkan dalam kehidupan kita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas iman kita. Ketika diperhadapkan dalam suatu permasalahan, kitapun juga diperhadapkan dengan dua pilihan. Yang pertama, apakah kita tetap bersyukur atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita dan menyadari bahwa dibalik itu semua pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. Kita juga menyadari bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Sikap yang seharusnya kita ambil adalah tetap mengucap syukur dan tetap mempercatakan diri sepenuhnya kepada Tuhan atas apa yang menimpa diri kita. Yang kedua adalah kita justru marah dan kecewa kepada Tuhan. Lalu kita meninggalkan Tuhan. Yang lebih parah kita malah menyalahkan Tuhan. Kita tidak mau menerima kenyataan yang terjadi. Hanya mau menerima sesuatu yang kita anggap baik sedangkan yang buruk tidak. Lantas hal itu membuat kita marah dan kecewa sehingga kita meninggalkan dan menyalahkan Tuhan.


Namun sebagai orang percaya, kita ini seharusnya mengambil pilihan yang pertama, bukan pilihan yang kedua. Sikap yang selalu bersyukur dan menerima apapun keadaan yang Tuhan ijinkan dalam kehidupan kita karena hanya Tuhanlah yang berdaulat dan memegang kendali atas kehidupan kita. Apapun keadaan kita, tetaplah bersyukur dan mempercayakan diri kita kepada Tuhan. Sebab dalam hal ini, iblis berusaha menjatuhkan kita dengan sikap kita yang kecewa dan marah lalu menyalahkan dan meninggalkan Tuhan. Iman sejati yang berkualitas akan tetap eksis meskipun dihantam berbagai macam badai cobaan dan ujian. Maka dari itu, tetaplah mempercayakan diri kepada Tuhan sepenuhnya.


Tetap semangat dan sukses selalu. Salam sehat. Tuhan memberkati.


©Lunar Solarius™

+6281230188946

Open Donasi:

No. Rek. BCA 1772006963 a/n Samuel Agus Setiyono

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang