Semangat Nasionalisme Orang Percaya

Semangat Nasionalisme

Sebentar lagi kita akan memperingati kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke-76 tahun. Pada tanggal 17 Agustus 1945, kira-kira pukul 10.10 WIB di Pegangsaan timur, Jakarta, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta memplokamirkan kemerdekaan Indonesia. Itulah tonggak sejarah bangsa dan menjadi titik puncak hasil perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Sebenarnya sudah sejak dahulu bangsa Indonesia terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan itu. Namun awal mula titik tolak perjuangan bangsa dimulai dengan kebangkitan bangsa pada Oktober 1908, yang mana pada saat itu timbul kesadaran untuk berjuang melalui cara diplomatik. Dengan mulai berdirinya beberapa partai politik berjuang dengan cara perundingan. Ditambah situasi saat itu di dunia internasional, sedang berkecamuk konflik internasional yang menyebabkan Belanda merasa takut negara jajahanya akan lepas. Maka dari itu, Belanda menerapkan politik balas budi, yang mana bagian dari kebijakan itu adalah memberi kesempatan bagi orang pribumi untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik bagi kalangan tertentu saja. Mereka, kaum pribumi, mengenyam pendidikan itu mulai sadar bahwa perjuangan itu bukan hanya sekadar angkat senjata saja, tetapi juga dengan cara diplomatik atau cara damai. 

Inilah yang menjadi titik tolak kebangkitan bangsa Indonesia. Mereka mulai tidak berjuang dengan cara angkat senjata, namun dengan cara damai dan perundingan. Cara ini justru lebih efektif, karena pada perkembangan sejarah selanjutnya pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda. Dan pada saat itulah pertama kalinya lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman berkumandang yang memicu semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

Sejarah terus berlanjut, Perang Dunia II berkecamuk yang menyebabkan Jepang menguasai dan menjajah Indonesia 3,5 tahun. Menjelang tahun 1945, Jepang yang mulai kalah perang memberi kelonggaran pada Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan dengan membentuk Badan Persiapan Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI-Doku ritsu junbi kosakai). Dalam badan itulah dibentuk Pantia Sembilan yang diberi tugas merumuskan landasan negara. Dari panitia itu, lahirlah Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945) dengan beberapa perubahan dan juga dari Piagam Jakarta itulah muncul rumusan awal dari Pancasila, yang juga mengalami perubahan hingga menjadi Pancasila yang kita kenal sekarang.
Lalu BPUPKI berubah menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia- Dokuritsu junbi inkai), yang mana merupakan usaha untuk mematangkan persiapan kemerdekaan Indonesia. Namun oleh karena situasi yang mendesak, pihak yang lebih muda mendesak agar segera memproklamasikan Indonesia karena terdengar kabar bahwa Jepang benar-benar kalah perang dan menyerah kepada sekutu. Waktu itu, pihak yang lebih muda membawa ke Rengasdengklok, yang kemudian dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok. Waktu itu Ir. Soekarno dan beberapa orang dibawa ke Rengasdengklok, yaitu di rumah Laksaman Maeda, seorang perwira Jepang yang sebenarnya memihak Indonesia. Lalu mereka membawanya kembali ke Jakarta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Segera mereka berunding untuk merumuskan naskah proklamasi, yang kemudian mwnunjuk Ir. Soekarno dan Moh. Hatta untuk segera menandatangani naskah tersebut yang kemudian diketik oleh Sayuti Malik. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, pada pukul 10.10 WIB, dinyatakanlah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Namun perjuangan tidak terhenti begitu saja, bangsa Indonesia harus berjuang mempertahankan kemerdekaan itu. Selain menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali bangsa ini, Indonesia juga harus berjuang melawan rongrongan dari bangsa semdiri. Hingga pada tahun 1949, melalui konfrensi meja bundar, Indonesia mendapat kedaulatan penuh dari Belanda, kecuali Irian Barat. Perjuangan masih terus berlanjut hingga Indonesia mendapatkan kedaulatan penuh.

Setelah perpindahan kekuasaan dari Ir. Soekarno kepada H.M Soeharto, bangsa ini tetap terus melanjutkan perjuangannya, dengan melaksanakan pembangunan. Dalam kepemimpinan Bapak Pembangunan itu, bangsa Indonesia mulai berkembang. Hingga pada era reformasi lalu sampai sekarang.

Sejarah bangsa ini sering kali mengalami jatuh bangun. Namun meski demikian, semangat nasiinalosme bangsa ini akan selalu ada. Perjuangan kita saat ini adalah melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan dengan kita berpartisipasi dalam usaha membangun negeri. Namun yang menjadi dasar yang fundamental adalah semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa perjuangan para pahlawannya. Maka dari, kita juga harus menghargai jasa para pahlawan dengan menanmkan dan memupuk rasa nasionalisme kita. Bersatu padu, bahu membahu berupaya membangun negeri ini.

Karena dengan semamgat nasionalime itulah akan senantiasa menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat nasionalisme juga akan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dan terhindar dari perpecahan dan disintegrasi bangsa ini. Dengan semangat nasionalisme inilah yang menjadi motivasi dan pendorong perkembangan bangsa Indonesia agar pembangunan bisa lebih baik maju lagi. Apalagi di era modern sekarang ini, dimana ilmu pengatahuan dan teknologi semakin maju dan pesat. Oleh karena itu, mari kita memiliki semangat nasionalisme untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Merdeka....!!!
Tetap semangat dan sukses selalu.
Salam sehat.

©Lunar Solarius

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang