Gehazi, Hamba Elisa

Gehazi, hamba Elisa.


Gehazi adalah hamba Elisa. Dialah orang yang membantu nabi Elisa dalam setiap pelayanan. Suatu kali, Naaman, panglima perang raja Aram, mengalami sakit kusta. Sehingga ia datang dari Damsyik ke Samaria untuk menemui nabi Elisa agar sembuh dari sakit kustanya itu. Lalu Naaman, yang datang dengan membawa persembahan yang banyak itu datang dan menemui nabi Elisa. Nabi itu menyuruh Naaman agar mandi di sungai Yordan dan sembuhlah ia dari penyakitnya itu. Kemudian, ketika Naaman hendak memberikan persembahan itu,  Elisa menolak menerima hadiah dari Naaman. 

Melihat hal itu, Gehazi sangat tergiur akan hadiah persembahan itu. Selang beberapa waktu kemudian, Gehazi segera menyusul Naaman. Dengan dalih dan motivasi palsu, Gehazi meminta sejumlah hadiah persembahan itu untuk kepentingan diri sendiri. Nabi Elisa yang mengetahui hal tersebut, menghukum Gehazi dengan menimpakan penyakit kusta itu kepadanya.

Belajar dari kisah Gehazi, ketika kita melayani, milikilah motvasi yang benar. Karena jika kita melayani Tuhan dengan motivasi yang salah, bukan berkat yang akan kita dapatkan tapi justru kutuk yang kita terima. Sebab jika kita melayani Tuhan dengan motivasi yang benar, pastilah kita juga akan mendapat berkat yang Tuhan sediakan bagi kita. Dengan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dan motivasi yang benar.
Gehazi sudah cukup lama mengikut Elisa dalam melayani Tuhan, namun karena tergiur dengan hadiah persembahan itu, sifat serakah dan rakus itu muncul dari dirinya. Dan yang memperparah adalah ia mendapatkan itu semua dengan jalan menipu.

Pelayanan yang sesungguhnya menuntut motivasi yang benar. Motivasi yabg sesungguhnya dari suatu pelayanan adalah menyenangkan hati Tuhan sehingga Tuhan berkenan akan pelayanan kita. Kalau pelayanan kita didasari dengan motivasi yabg tidak benar, pelayanan kita justru akan menjadi sia-sia dan tidak berkenan di hapadan Tuhan.

Namun bukan hanya itu, fokus dalam pelayanan sangatlah penting agar tidak mudah tergiur dengan tawaran yang dapat mengalihkan fokus pelayanan kita. Memang, secara manusia kita butuh hal semacam itu namun yang sebenarnya yang utama adalah tetap fokus pada pelayanan. Salah satu ujiannya adalah ketika kita diperhadapkan kepada sesuatu yang menggiurkan itu, apakah kita masih tetap fokus pada pelayanan atau justru malah teralihkan?

Dari hal itu kita belajar bahwa dalam pelayanan, kita harus memiliki motivasi yang benar dan tetap fokus pada pelayanan itu. Kita melayani atas dasar bahwa pelayanan kita harus senantiasa melayani Tuhan, bukan karena hal-hal yang lain. Dan juga pelayanan kita haruslah berfokus untuk melayani dan menyengkan hati Tuhan. Dengan demikian, pastilah kita akan mendapat berkat dari Tuhan dan Tuhan pasti akan mencukupkan kebutuhan kita. Dengan demikian pelayanan kitapun pasti akan mendatangkan berkat baik untuk orang lain maupun diri kita sendiri.

Tetap semangat dan sukses selalu. Salam sehat. Tuhan memberkati.

©Lunar Solarius
+6281230188946

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang