Berserulah dan Minta Pertolongan Tuhan

Berserulah dan Minta Pertolongan Tuhan

Keluaran 2:23-25
23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.
24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

Melihat petkembangan situasi yang terjadi pada saat ini, tentunya kita merasakan dampak dari pandemi yang sedang melanda negeri ini dan juga kebijakan PPKM yang diberlakukan di sejumlah daerah, bahkan diperpanjang. Kita juga melihat dan merasakan dampaknya cukup signifikan bagi berbagai aspek dan kalangan masyarakat. Beberapa orang mulai merasakan kesulitan dalm menjalani kegiatan mereka. Bahkan secara ekonomi dan sosial, banyak orang yang mengalami kesusahan dan kesulitan

Bangsa Israel pada saat itupun juga mengalami kesukaran karena mereka diperbudak dengan kerja paksa oleh bangsa Mesir. Mereka sangat mengeluh bahkan berseru-seru dan minta tolong kepada Tuhan agar mereka dibebaskan dari perbudakan itu. Di sini kita melihat, di saat masa sukar seperti itu, mereka berseru-seru dan meminta pertolongan kepada TUHAN. Demikian juga kita, dalam kehidupan kita masa kini ketika kita menghadapi masa sukar, kesusahan, kesulitan dan pergumulan yang berat, apalagi di situasi pandemi seperti ini. Mari kita senantiasa berharap pada pertolongan Tuhan. Kita berseru-seru kepadaNya. Mengapa?
1. Karena Tuhan mendengar keluh kesah kita.

שמות 2:24  וַיִּשְׁמַע אֱלֹהִים אֶת־נַאֲקָתָם וַיִּזְכֹּר אֱלֹהִים אֶת־בְּרִיתֹו אֶת־אַבְרָהָם אֶת־יִצְחָק וְאֶת־יַעֲקֹב׃

Keluaran 2:24  Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
Kata kerja "mendengar" di sini adalah kata kerja Qal, Imperfek, Orang ketiga, Maskulin, Tunggal. Perhatikan bahwa kata kerja yang digunakan adalah imperfek, yang artinya adalah tindakan yang dilakukan itu adalah terus menerus. Dapat diartikan bahwa Allah senantiasa mendengar, apa yang menjadi keluh kesah kita. Tuhan selalu mendengar apa yang menjadi kesukaran, kesulitan dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Maka dari itu, mari kita senantiasa berharap pada pertolongan Tuhan saja. Sebab IA senantiasa mendengar keluh kesah kita, apapun itu. Jika saat ini kita sedang menghadapi kesulitan dan kesukaran oleh karena dampak pandemi, tetaplah berharap dan berseru meminta pertolongan Tuhan sebab Tuhan senantiasa mendengar seruan doa kita.

2. Tuhan melihat dan memperhatikan kita.

שמות 2:25  וַיַּרְא אֱלֹהִים אֶת־בְּנֵי יִשְׂרָאֵל וַיֵּדַע אֱלֹהִים׃ ס

Keluaran 2:25  Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

Bukan hanya mendengar saja, namun Tuhan sangat peduli dengan kita. Sekali lagi jika kita perhatikan kata kerja yang digunakan adalah imperfek (untuk kata kerja melihat dan memperhatikan), yang artinya tindakan yang dilakukan adalah senantiasa. Dengan kata lain adalah Tuhan senantiasa melihat dan memperhatikan umatNya selalu. Dalam keadaan yang sangat sulit dan sukar atau dalam pergumulan yang sangat berat sekalipun. IA sangat mempedulikan kita.

Tuhan sangat memperhatikan keadaan bangsa Israel yang saat itu sedang mengalami perbudakan yang sangat berat. Demikian juga kita, ketika kita berseru-seru dan meminta pertolongan Tuhan, pastilah IA mendengar, melihat dan memperhatikan kita senantiasa. Sudah pasti, bahwa Tuhan pasti menolong. Buktinya adalah Tuhan mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Demikian juga kita, Tuhan pasti akan menolong kita tepat pada waktu yang telah Tuhan tentukan. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat, asalkan kita sungguh-sungguh percaya. Sebab

תהלים 121:2  עֶזְרִי מֵעִם יְהוָה עֹשֵׂה שָׁמַיִם וָאָרֶץ׃

Mazmur 121:2  Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Tetap semangat dan sukses selalu.
Salam sehat. Tuhan memberkati.

©Lunar Solarius
+6281230188946

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang