Mengasihi Bukan Hanya melalui Perkataan tetapi juga Melalui Perbuatan

Mengasihi, bukan hanya perkataan tetapi juga perbuatan


1 Yohanes 3:18
18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Rasul Yohanes adalah salah satu dari keduabelas murid Yesus semasa pelayananNya di dunia ini. Rasul Yohanes adalah murid yang paling dikasihiNya. Bahkan ia adalah murid yang memiliki usia paling panjang. Rasul Yohanes bahkan menerima Wahyu pada saat ia dibuang di pulau Patmos.
Ia menuliskan Injil Yohanes, Surat 1-3 Yohanes dan kitab Wahyu.

Dalam Surat 1 Yohanes ini, ia tidak menuliskan secara panjang lebar tentang pengalamannya bersama Tuhan Yesus. Namun secara ringkas menyampaikan pesan dan inti dari pengalamanya itu.  Inti pesan yang dimaksud adalah kasih. Baik kasih dari dan kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Sebab bagi Rasul Yohanes, mengasihi Allah bukan hanya ditunjukkan melalui tindakan kita yang taat dan setia kepada Allah saja. Tetapi juga ditunjukkan dengan tindakan mengasihi sesama manusia.

Namun dalam hal ini, penekannya adalah bahwa tindakan mengasihi dengan sesama manusia bukan semata- mata hanya sebatas ucapan saja. Melainkan juga melalui perbuatan kita terhadap sesama. Kita bisa melihat contoh teladan yang diberikan Allah sendiri yaitu melalui tindakan nyata yaitu karya keselamatan Yesus Kristus.

Itulah bukti nyata dari kasih itu sendiri. Bukan hanya sekadar ucapan saja. Sebab kasih yang sejati itu ditunjukkan melalu perbuatan nyata. Maka dari itu, mengasihi itu bukan sekadar kita taat dan setia dalam menjalankan ibadah penyembahan saja, melainkan kitapun juga tunjukkan melalui perbuatan kita mengasihi orang lain. Bahkan Rasul Yohanes mengatakan dengan jelas bahwa barangsiapa yang tidak mengasihi orang lain, ia juga tidak mengasihi Allah, sebab Allah adalah kasih.

Allah sangat mengasihi kita bahkan IA rela datang ke dunia bahkan rela mati hanya untuk membuktikan cinta kasihNya kepada kita. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk tidak mengasihi. Dan Rasul Yohanes mengatakan dengan jelas bahwa kasih mengasihi adalah identitas sejati dari kita yang telah lahir baru dan menjadi anak-anak Allah. Maka dari itu, kita yang telah diangkat menjadi anak-anakNya dan mengalami kelahiran baru di dalam Tuhan. Sudah seharusnya kita menunjukkan bahwa kita mengasihi bukan hanya perkataan saja namun juga perbuatan kita.

Tetap semangat dan sukses selalu. Salam sehat. Tuhan memberkati.

©Lunar Solarius™
+6281230188946

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang