“INJIL HARUS DIBERITAKAN” (Matius 9 : 35 – 38)

 

Kebanyakan manusia sering  hanya memandang yang kelihatan saja (jasmani/lahiriah) separti sandan g, pangan, papan, dan pekerjaan. Namun, Allah memandang kebutuhan manusia yang tidak kelihatan secara jasmani jauh lebih penting, yaitu keselamatan (kehidupan kekal). Tidak berarti  bahwa Allah tidak peduli dengan kebutuhan jasmani.                                                      Alasan yang kuat mengapa Injil keselamatan harus diberitakan kepada semua orang di seluruh dunia.

1.       Merupakan Keinginan Allah Agar Semua Manusia Selamat.

Ketika manusia di tipu iblisdan jatuh kedalam dosa di Taman Eden, Allah sudah mempunyai rencana memulihkan manusia dengan mengatakan.  “Aku akan  mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini , antara keturunanmu dan keturunannya;  keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau meremukkan tumitnya” (Kej. 3 : 15). Merupakan inisiatif Allah untuk memulihkan hubungan antara Allah sendiri dan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dengan cara mencari atau memanggilnya (Kej. 3 : 9). Meskipun begitu, Allah Allah tetap pakai manusia yang di panggil dan di pilih-Nya untuk memberitakan Injil keselamatan kepada orang lain. Contohnya adalah saat Roh Kudus mengutus gereja di Antiokhia agar mengirim Barnabas dan Saulus yang di khususkanoleh Roh Kudus sebagai utusan Injil (KPR. 13 : 2).

 

Tuhan Yesus juga terharu  melihat orang-orang hidup seperti domba-domba yang tanpa gembala, sehingga Ia meminta agar murid-murid-Nya meminta kepada Tuan yang empunya tuaian agar di kirim pekerja-pekerja untuk tuaian itu (ay. 38). Jelaslah bahwa Tuhan yang mempunyai tuaian dan berinisiatif dalam penuaian, tetapi Ia pun memakai kita orang-orang percaya, dan menaruh beban penginjilan di pundak kita.

 

2.       Merupakan Beban dan Tanggung Jawab  Orang Percaya.

Allah akan membagikan tugas mulia tersebut hanya kepada anak-anak-Nya yang merasa terbeban dan tanggung jawab terhadap keselamatan orang lain yang bersedia melakukan tugasnya sebagai pemberita Injil keselamatan. Penginjilan merupakan beban dan tanggung jawab orang percaya, sebab :

-          Tugas penginjilan yang diberikan Tuhan adalah tugas amat mulia yang menggambarkansecara nyata kerja sama yang indah antara Allah dan pemberita-pemberita Injil.

-          Sebagai manusia yang dahulu berdosa dan yang seharusnya binasa, tetapi sekarang sudah diselamatkan, sudah selayaknya kita rindu menyaksikan kehebatan Allah yang sanggup juga mengubah hidup orang lain. Kita pantas mengajak orang lain menikmati keselamatan yang sama.

-          Menerima Yesus dan menjadi pengikut-Nya merupakan hak istimewa, tetapi hanya menikmati hak istimewa tanpa merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan orang lain merupakan sikap mementingkan diri sendiri dan ini adalah tindakan berdosa.

-          Allah akan memperlengkapi anak-anak-Nya yang memberitakan Injil keselamatanseperti yang dikatakan Paulus dalam 1 Kor. 1 : 17, “Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis tetapi untuk memberitakan Injil dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.”

-          Orang yang telah merasakan kasih Kristus dalam dirinya tidak dapat dicegah untuk senantiasa menyaksikan kebaikan Allah. Dalam KPR. 4 : 20 dikatakan “Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang kami lihatdan yang telah kami dengar.”

-          Penginjilan merupakan berita gabungan, antara keinginan Allah dan kebutuhan utama manusia, yaitu “keselamatan kekal”.

-          Perjalanan manusia berdosa menuju kebinasaan harus dihentikan dan dipindahkan arahnya menuju kehidupan kekal melalui pemberitaan Injil.

 

3.       Memerlukan Metode dalam Penginjilan.

Perlu dipahami yang membuat seseorang bertobat dan menerima Yesus adalah Allah saja,sedangkan manusia dipakai Tuhan hanya sebagai alat pemberita Injil keselamatan kepada manusia yang lain. Walaupun demikian, pemberita Injil perlu memilih dan menerapkan metode yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan budayasetempat  dalam penginjilan. Metode yang berhasil pada satu tempat, belum tentu berhasil bila diterapkan di tempat lain. Untuk itu perlu diadakan pengamatan tentang metode penginjilan yang paling sesuai dengan situasi dan tempat Injil akan diberitakan. Namun, metode yang diterapkan hanya akan berjalan dengan baik apabila diserahkan sepenuhnya di bawah tuntunan Roh Kudus. Secara garis besar, metode  penginjilan dapat dibagi menjadi tiga :

 

1.       Penginjilan Pribadi

Dilakukan oleh seorang pemberita Injil kepada seseorang secara pribadi. Tuhan Yesus banyak menggunakan waktunya untuk melakukan pemberitaan kabar keselamatan dengan menggunakan metode ini. Misalnya, kepada Nokodemus saat malam hari, kepada wanita Samaria di pinggir sumur, kepada Zakius di rumahnya, dan kepada penjahat yang di salib di sebelah-Nya. Semua dilakukan Tuhan Yesus secara pribadi untuk memberikan kebutuhan terpenting manusia, yaitu :

-          Nikodemus disampaikan kebutuhannya tentang kelahiran baru sebagai masuk surge (Yoh. 3 : 1 – 13).

-          Wanita Samaria disampaikan kebutuhannya tentang Air Hidup yang tidak pernah habis, tetapi sampai pada kehidupan kekal (Yoh. 4 : 1 – 42).

-          Penjahat yang disalib disamapaikan kebutuhannya tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di Firdaus,yaitu surge ( Luk. 23 : 43).

Murid-murid Tuhan Yesus juga melakukan penginjilan secara pribadi, misalnya :

-          Andreas bertemu Mesias dan memberitakan kepada Petrus (Yoh. 1 : 41),

-          Filipus bertemu Mesias dan memberitakan kepada Natanael (Yoh. 1  45).

-          Filipus menginjili sida-sida Etiopia (KPR. 8 : 35).

-          Petrus menginjil kepada orang lumpuh di dekat gerbang bait Allah (KPR. 3 : 1 – 10).

Metode penginjilan pribadi tampaknya hanya memenangkan satu jiwa, tetapi jiwa baru tersebut akan terus memberikan pengaruh secara luas. Para penginjil besar dunia tidak hanya menginjil dari mimbar, tetapi mereka menginjil kepada pekerja-pekerja yang dapat mem-“follow up” dan mempengaruhi lebih banyak jiwa lagi bagi Kristus. Kesempatan yang sama diberikan kepada kita untuk menggunakan waktu seefektif mungkin dalam pemberitaan Injil.

2.       Penginjilan Massal

Dilakukan oleh seorang pemberita Injil kepada banyak orang. Kita jangan salah menafsirkan bahwa penginjilan yang sukses tergantung banyaknya orang yang hadir atau mendengarkan, walaupun jumlah banyak dapat meningkatkan factor kemungkinan lebih banyak yang menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Yesus dan murud-murid-Nya pun sering melakukan penginjilan ditengah orang banyak :

-          Tuhan Yesus mengajar tentang kerajaan Allah di hadapan ribuan orang.

-          Tuhan Yesus mengutus dua belas murid-Nya dan kemudian tujuh puluh murid untuk menginjil kepada banyak orang (Luk. 10 : 1 – 12).

-          Petrus melakukan penginjilan dihadapan lebih dari 3000 orang (KPR. 1).

-          Petrus bahkan melakukannya di hadapan lebih dari 5000 orang (KPR. 4).

Dikatakan bahwa tidak semua benih yang ditabur jatuh ke tanah yang subur. Ada yang jatuh yang tidak subur dan tidak berbuah (Mat. 13), sehingga jumlah juga dapat menentukan dan berpengaruh terhadap hasil. Karena dari yang banyak, dapat di seleksi lagi hingga didapat pekerja-pekerja yang berkualitas untuk melakukan penginjilan yang lebih besar lagi.

3.       Penginjilan Melalui Media Massa

Penginjilan pun dapat dilakukan melalui majalah, surat kabar, radio, telivisi, internet, dan media massa lainnya. Banyak sekali kesaksian yang bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru SElamat melalui media massa. Metode seperti ini harus harus disertai ilmu-ilmu lain, misalnya ;

-          Ilmu jurnalistik untuk pengijilan melalui penulisan’

-          Ilmu komunikasi yang khusus dan sesuai untuk media massa.

-          Ilmu teknik yang menjadi media pembawa berita, dll.

Sebagus  apa pun metode yang diterapkan, penginjilan tetap bergantung kepada kuasa Roh Kudus dan manusia yang menjalankan metode tersebut. Dengan kata lain, keberhasilan penerapan metode tersebut bergantung kepada manusia yang di pimpin Roh Kudus.

KESIMPULAN :

Injil harus di beritakan, kita hanya sekedar alat/sana untuk memberitan Injil, orang mau merima Yesus Kristus sebaga Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi atau sebalik menolaknya, itu bukan urusan kita, itu adalah urusan mereka dengan Tuhan, tugas kita hanya memberitakan Injil dengan kuasa Roh Kudus dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. AMIN.

 

 

 

 

 

 

  

 

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang