Tetap Semangat
Tetap Semangat
1 Tesalonika 5:16-18
16 Bersukacitalah senantiasa.
17 Tetaplah berdoa.
18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Dalam kehidupan kita, seringkali kita kehilangan semangat. Banyak hal yang menyebabkan semangat kita menurun bahkan hilang. Namun apabila kita kehilangan semangat, kita akan sangat kesulitan dalam melakukuan apapun. Karena tidak ada semangat, muncu; rasa malas. Seperti yang kita ketahui banyak dampak buruk dari kemalasan tersebut. Renungan Firman Tuhan pada malam ini mengingatkan kita supaya kita tetap senantiasa semangat dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan ini. Kita sebagai anak Tuhan harus senantiasa bersemangat. Bagaimana caranya?
1. Bersukacita senantiasa (ayat 16) Πάντοτε χαίρετε,
Kata kerja dalam Yunani yang digunakan dalam teks ini adalah χαίρετε, verb imperative present active 2nd person plural from χαίρω, kata kerja imperatif kini aktif orang kedua jamak, apabula diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris “rejoice” yang memiliki arti, bersukacitalah. Maksudnya adalah Paulus memberikan suatu perintah kepada orang percyaa di Tesalonika untuk bersukacita, dan hal tersebut dilakukan secara terus menerus (always). Ini berarti bahwa sukacita itu dilakukan secara terus menerus. Supaya kita tetap terus semangat, maka kita harus senantiasa bersukacita.
2. Berdoa secara konstatan (ayat 17) ἀδιαλείπτως προσεύχεσθε,
Kembali Paulus mengingatkan untuk berdoa secara konstan atau terus menerus. Kata kerja yang digunakan dalam teks ini adalah προσεύχεσθε, verb imperative present middle 2nd person plural from προσεύχομαι kata kerja imperatif, medial, orang kedua jamak, ini berarti bahwa tindakan tersebut dilakukan secara konstan, bukan hanya sejadar sekali atau dua kali, namun berkali-kali secara kesinambungan. Sebab di dalam doa ada kuasa dan mujizat yang luar biasa sehingga membuat kita tetap semangat.
3. Mengucap syukur dalam segala hal (ayat 18) ἐν παντὶ εὐχαριστεῖτε• τοῦτο γὰρ θέλημα θεοῦ ἐν Χριστῷ Ἰησοῦ εἰς ὑμᾶς.
Ini adalah hal yang gampang-gampang susah untuk dilakukan, karena seringkali kita hanya mengucap syukur pada saat kita diberkati saja, atau dalam situasi yang menyenangkan bagi kita. Misalnya saja, pada saat kita menerima berkat yang luar biasa yang kita tidak pernah duga, sudah tentu kita mengucap syukur. Namun bagaimana apabila kita diperhadapkan pada situasi pergumulan yang sangat sulit. Apakah kita akan tetap mengucap syukur (give thanks) atau justru kita malah mengeluh bahkan memberontak> Kata yang dipakai dalam teks ini adalah εὐχαριστεῖτε verb imperative present active 2nd person plural from εὐχαριστέω
Perhatikan bahwa ini adalah kata kerja inperatif, kini, aktif, orang kedua jamak, ini berarti bahwa mengucap syukur harus senantiasa kita lakukan dalam keadaan apapun, bahkan ini juga merupakan kehendak Tuhan Yesus Kristis. Dengan kita menguca[ syukur tentu saja akan membuat kita senantisa semangat, karena kita mensyukuri keadaan kita. Dan menunjukkan bahwa dalam keadaan apapun, Tuhan senantiasa menyertai kita, penyertaan Tuhan luar biasa. Inilah yang mendorong intuk kita tetap semangat
Kesimpulan
Dengan ketiga hal tersbut, kita yakin dan percaya, bahwa kita akan senantiasa memiliki semangat dalam menghadapi apapun, tantangan, masalah, pergumulan, atau apapun itu. Apabila kita melakukan ketiga hal tersebut, kita akan senantiasa tetap semangat. Dampaknya adalah orang di sekitar kita dan melihat semangat yang ada pada diri kita sehingga nama Tuhan dipermuliakan, tetap semangat, terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.
Comments
Post a Comment