PSBB (Pribadi yang Selalu Berhikmat dan Bijaksana)

Renungan Singkat Dalet
Rabu, 24 Juni 2020
PSBB = Pribadi yang Selalu Berhikmat dan Bijaksana
Amsal 13-15
Biasanya kesuksesan diukur dengan suatu nilai pencapaian tertentu. Misalnya memiliki harta bedan yang melimpah, atau punya jam tangan mewah seperti Rolex, Omega, Audemars Piguet, Vaceron Constantine, Richard Mille, Patek Phillipe, dan lain sebagainya. Atau bisa jadi bisa diukur dari jabatan, tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Namun sebenarnya kesuksesan yang sejati tidak identik dengan kesuksesan hal semacam itu di atas, kesuksesan yang sebenarnya adalah apa dan bagaimana cara kita ketika diperhadapkan dengan pergumulan dan masalah. Tentunya untuk menghadapi pergumulan dan masalah itu diperlukan PSBB, yaitu Pribadi yang Berhikmat dan Bijaksana. Setiap kita orang percaya harus dan wajib PSBB. Lalu, pertanyaannya bagaimana caranya PSBB itu menurut Kitab Amsal Pasal 13-15?
1. Hidup takut akan Tuhan. Secara umum, dalam kitab Amsal ini cukup banyak menulis "takut akan Tuhan." Maksudnya adalah setiap kita mau tidak mau harus tunduk kepada Tuhan yang berdaulat dan berotoritas atas hidup dan kehidupan kita, selain ita Ia juga adalah sumber hikmat itu sendiri.
2. Senantiasa hidup dalam kerendahan hati. Banyak hal yang disampaikan penulis Amsal mengenai rendah hati dan kesombongan. Hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai ciptaanNya harus senantiasa hidup dalam kerendahan hati, baik di hadapan Tuhan maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. Tuhan sangat menentang orang sombong dan berkenan pada yang rendah hati.
3. Mau dan rela untuk diajar dan belajar mengenai hikmat atau akal budi ataupun pengetahuan. Setiap kita tentunya perlu belajar banyak hal, agar sikap hidup kita berkenan di hadapan Allah dan sesama manusia. Kitab Amsal ini mengajarkan hikmat, akal budi dan pengetahuan. Dalam hal ini, penulis Amsal juga banyak menyinggung mengenai orang bebal dan orang bijak. Orang bebal adalah orang yang tidak mau belajar dan diajar, sedangkan orang bijak senantiasa mencari hikmat, akal budi dan pengetahuan di dalam Tuhan.
Kesimpulan
Mari kita miliki sikap hati untuk senantiasa hidup takut akan Tuhan, hidup dalam kerendahan hati, dan hidup senantiasa mau diajar dan belajar tentang hikmat, akal budi, dan pengetahuan di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Comments

Popular posts from this blog

Penciptaan Manusia Menurut Teks Kejadian 1:27-28 & 2:7: Sudut Pandang Teologi Injili dan Relevansinya bagi Orang Percaya Masa Kini

Arti Kata "Ekklessia"

Ketika Ujian Berat itu Datang