Maju Tak Gentar
Renungan Singkat
Kamis, 24 Agustus 2020
Maju Tak Gentar
Yehezkiel 13-15
Salah satu lagu perjuangan yang sering diperdengarkan adalah Maju Tak Gentar ciptaan C. Simajuntak. Dalam lagu tersebut, memberikan motivasi untuk senantiasa berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang kala itu sedang menghadapi penjajah yang hendak menjajah kembali Bangsa Indonesia. Dalam kehidupan rohani orang percaya pun juga tidak lepas dari perjuangan dalam membela kebenaran. Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran Alkitab yang diterapkan dalam kehidupan kita. Sering kali ada banyak tantangan dalam mempertahankan kebenaran tersebut. Salah satunya adalah dari orang-orang yang menyesatkan atau menyampaikan ajaran sesat di luar dari kebenaran Alkitab, seperti yang dihadapi oleh Nabi Yehezkiel. Dia berkonfrontasi dengan para nabi palsu pada masa itu yang mana mereka sering kali bernubuat palsu padahal TUHAN tidak menyuruh atau mengutus mereka, bahkan dikatakan mereka tidak ada bedanya dengan dukun, tukang tenung, ataupun ahli sihir yang menggunakan kuasa gelap. Maka dari itu setiap orang percaya harus Maju Tak Gentar menyuarakan Kebenaran, yaitu Firman Tuhan. Apa sebabnya setiap orang percaya harus Maju Tak Gentar dalam menyuarakan Firman Tuhan?
1. Orang lebih menyukai kabar bohong/hoax daripada mendengarkan kebenaran Firman Tuhan. (Pasal 13)
Situasi dan keadaan yang terjadi pada jaman Nabi Yehezkiel pada saat itu adalah, orang-orang lebih suka mendengarkan dan mempercayai nubuatan paslu dari para nabi palsu daripada bertobat dan mendengarkan kebenaran Firman Tuhan. Allah mengutuk para nabi palsu dari Israel karena mereka bernubuat bahwa tidak akan ada hukuman yang datang. Mereka bernubuat palsu dengan mengatakan bahwa bangsa itu aman sekalipun mereka hidup dalam dosa dan penyembahan berhala. Rupanya keadaan pada masa itu, tidak jauh beda dengan masa sekarang ini. Kecenderungan orang adalah lebih suka mempercayai berita hoax tanpa mengklarifikasikan kebenarannya terlebih dahulu. Orang-orang mudah tertipu dengan berita-berita semacam itu yang terdengar menarik namun tidak ada nilai kebenaran sama sekali. Apalagi dengan kecanggihan teknologi informasi pada jaman now, membuat setiap informasi lebih mudah diakses. Tentu saja, sebagai orang percaya, kita harus berani untuk memerangi hal-hal tersebut dengan menyampaikan Kebenaran Firman Tuhan. Kita tidak perlu takut karena kita berpegang pada Kebenaran itu. Supaya setiap orang yang mendengar Kebenaran Firman Tuhan itu dapat bertobat dan terhindar dari penghukuman murka Allah. Ini yang perlu kita lakukan dalam kehidupan kita, menyuarakan Kebenaran Firman Tuhan baik dalam perkataan dan perbuatan kita.
2. Orang lebih berorientasi kepada hal-hal di luar Tuhan atau berhala-berhala. (Pasal 14)
Pada pasal ini, menjelaskan pada orang-orang pada jaman itu hati mereka condong pada penyembahan berhala daripada mencari wajah TUHAN. Nabi Yehezkiel dengan tegas dan berani menegur mereka, karena murka TUHAN akan datang menimpa mereka apabila mereka tidak bertobat dari sikap hidup mereka yang demikian itu. Para tua-tua Israel (ayat 1) bersalah karena menyembah berhala di dalam hati mereka, yaitu, mereka tidak setia kepada Allah dan firman-Nya. Mereka dengan angkuh menolak kehendak Allah dan mendambakan jalan hidup fasik; karena itu, Allah menolak untuk menuntun mereka dengan menjawab doa-doa mereka. Dengan cara yang sama, orang yang dewasa ini mengharapkan bimbingan dari Allah tidak akan memperoleh pertolongan Roh-Nya apabila hati mereka penuh dengan keinginan fasik akan hal-hal berdosa dari dunia ini. Demikian juga yang terjadi di jaman now ini, bahkan lebih kompleks lagi dengan adanya kecanggihan teknologi informasi. Orang-orang mulai berorientasi dengan gaya hidup milenial yang mana menjadi berhala di jaman now. Orang percaya yang meninggalkan Allah untuk mengejar kehidupan yang berdosa dan amoral sambil mencari juga ketenangan religius, kepastian dan bimbingan Allah, telah menjadikan Dia musuh mereka (ayat 8); Ia akan menghakimi dan menghukum orang semacam itu. Mereka seharusnya bertobat dan meninggalkan kehidupan berdosa mereka atau meninggalkan persekutuan orang percaya. Contoh sederhana salah satunya, ketika ibadah di gereja, orang cenderung lebih fokus pada ponsel pintar untuk mengakses media sosial daripada membuka aplikasi Alkitab sambil mendengarkan kebenaran Firman Tuhan. Keberadaan teknologi yang canggih bukannya membantu orang mengenal Tuhan dalam kebenaran namun malah semakin membuat orang menjauh dari Tuhan. Maka dari itu, mari kita gunakan teknologi yang canggih itu untuk menyuarakan Kebenaran Firman Tuhan.
3. Akan ada penghakiman/konsekuensi bagi setiap orang. (Pasal 15).
Penduduk Yerusalem diumpamakan dengan pokok anggur yang tidak berbuah sehingga tidak berguna. Buah kebenaran dan kesetiaan kepada Tuhan tidak dapat ditemukan di dalam diri mereka (ayat 8); karena itu mereka akan dibakar di dalam api (ayat 6). Ini adalah suatu gambaran bagi setiap orang yang tidak memiliki kebenaran dalam hidupnya. Tentu saja, kita sebagai orang percaya tidak mau hal yang demikian. Setiap orang percaya harus memiliki kebenaran dalam hidupnya dan menghasilkan buah dari kebenaran itu. Tuhan Yesus sendiri juga mengajarkan melalui ilustrasi Pokok Anggur yang Benar (Yoh. 15:1-7), bahwa setiap orang yang tinggal di dalam Tuhan dan Kebenaran, maka ia akan bertumbuh dan berbuah. Namun apabila tidak menghasilkan buah, maka konsekuensinya adalah dipotong dan dicampakkan ke dalam api. Maka dari itu, mari kita semua orang percaya harus senantiasa Maju Tak Gentar dalam menyuarakan Kebenaran Firman Tuhan, supaya kehidupan kita senantiasa bertumbuh dan menghasilkan buah. Konsekuensinya adalah kita mendapat bagian di Kerajaan Sorga kelak nantinya.
Kesimpulan:
Sama seperti para pahlawan yang berjuang untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Semangat perjuangan mereka sungguh luar biasa bahkan rela mati demi Bangsa dan Negara ini. Sehingga kita pada saat ini dapat menikmati hasil perjuangan para pahlawan. Demikian pula kita, mari kita semua, untuk senantiasa Maju Tak Gentar dalam menyuarakan Kebenaran Firman Tuhan, sehingga kelak nanti kita mendapat bagian di Kerajaan Sorga. Merdeka...!!! Sukses selalu, tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati.
Comments
Post a Comment