Kunci Keberhasilan Orang Percaya
Kunci Keberhasilan Orang Percaya
Oleh : Samuel Agus Setiyono
1 Tesalonika 5:16-18
Dalam upaya mencapai suatu keberhasilan, tentunya harus disertai dengan usaha dan kerja keras. Suatu keberhasilan dicapai melalui suatu proses yang tidak mudah. Memerlukan perjuangan, tekad, semangat dan strategi dalam mencapai suatu keberhasilan. Selain daripada itu semua, ada hal-hal yang menjadi faktor keberhasilan. Orang percaya harus memiliki kunci keberhasilan tersebut. Lalu, apa sajakah yang menjadi kunci keberhasilan itu?
1. Memiliki semangat dan sukacita yang tiada henti (ayat 16). Dalam meraih suatu keberhasilan, salah satunya, kita harus memiliki semangat. Semangat yang dimaksudkan di sini adalah semangat yang timbul dari sukacita yang terus menerus. Bisa dikatakan bahwa sukacita inilah yang dapat menggerakkan semangat kita dalam meraih keberhasilan. Sebab tidak mungkin orang akan berhasil apabila dalam upaya mencapai keberhasilan jika tidak memiliki semangat dan sukacita. Sebab, apabila kita menjalani proses menuju keberhasilan dengan penuh semangat dan sukacita, tentunya kesulitan atau pergumulan apapun pasti akan dapat kita lalui. Terlebih bila semangat dan sukacita itu datangnya dari Tuhan. Segala sesuatu apabila dilakukan dengan penuh semangat dan sukacita, pastilah akan terasa ringan. Beda kalau kita menjalani tanpa ada semangat dan sukacita, rasanya akan menjadi berat dalam mencapai suatu keberhasilan, atau malah tidak akan mencapainya sama sekali. Dalam bahasa Yunani, kata kerja yang dipakai (bersukacitalah) adalah imperatif imperfek, yaitu suatu perintah yang mana perintah tersebut (bersukacita) harus dilakukan dengan terus menerus secara kesinambungan. Sebab kata berikutnya yang mengikuti adalah "senantiasa" yang menunjukkan tindakan yang terus menerus atau berkesinambungan. Maka dari itu, dalam meraih suatu keberhasilah, marilah kita memiliki semangat dan sukacita yang tiada henti. Walau dalam keadaan apapun, tidak membuat semangat dan sukacita berkurang. Justru sebaliknya, semakin lama semakin bertambah agar kita dapat meralh suatu keberhasilan.
2. Memiliki kehidupan doa yang tiada henti (ayat 17). Kembali Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di Tesalonika dan kita agar memiliki kehidupan doa yang tiada henti. Sebab doa adalah nafas hidup orang percaya. Doa juga merupakan sarana komunikasi kita kepada Tuhan. Melalui doa juga kita menyampaikan apa yang menjadi doa permohonan dan pergumulan kita. Menjalin komunikasi dengan Tuhan melalui doa merupakan hal yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan orang percaya. Sehingga ini menjadi salah satu kunci dalam meraih suatu keberhasilan. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa tidak ada keberhasilan tanpa adanya doa dan usaha. Ini menunjukkan betapa pentinganya kehidupan doa, bahkan bisa dikatakan doa harus menjadi gaya hidup orang percaya. Kitapun harus mau mengkhususkan waktu pribadi kita untuk berdoa di hadapan Tuhan. Kembali lagi bahwa kata kerja yang dipakai di ayat ini, dalam bahasa Yunani menggunakan kata kerja imperfek, yang mana sama seperti di ayat 16 di atas. Jelas menunjukkan bahwa berdoa adalah menunjukkan kegiatan yang tiada henti. Maka dari itu, untuk meraih keberhasilan, kita harus memiliki kehidupan doa yang tiada henti.
3. Memiliki kehidupan yang senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun (ayat 18). Biasanya orang akan bersyukur apabila diberkati secara luar biasa dan selalu dalam kelimpahan. Itu merupakan hal yang wajar dan biasa saja. Lalu bagaimana jika diperhadapkan dalam keadaan yang sulit dan pergumulan serta permasalahan. Apakah kita masih bisa mengucap syukur dalam keadaan sulit seperti itu? Tentunya ini hal yang luar biasa apabila kita tetap bersyukur walau dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Sebab dengan kita bersyukur, itulah yang menjadi apa yang Tuhan mau di dalam kehidupan kita. Itulah yang Tuhan kehendaki, Tuhan mau supaya kita mengucap syukur dalam segala hal. Bersyukur bisa diartikan bahwa kita mengapresiasi atau menghargai kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Dalam proses menuju keberhasilan, tentunya kita harus tetap mengucap syukur. Karena dalam proses tersebut, Tuhan turut serta menyertai kita dan kitapun harus bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam proses menuju kebarhasilan itu. Kembali lagi, kata kerja dalam bahasa Yunani (kata mengucap syukur atau bersyukur) menggunakan kata kerja yang sama seperti di dua ayat sebelumnya (ayat 16 dan 17). Ini menunjukkan bahwa tindakan mengucap syukur harus dilakukan secara menerus dalam keadaan apapun. Maka dari itu, marilah kita tetap senantiasa bersyukur dalam proses menuju suatu keberhasilan. Dengan kita bersyukur, itu sama dengan kita memuliakan Tuhan atas penyertaanNya.
Kesimpulan
Mari kita semua sebagai orang percaya harus memiliki kunci keberhasilan sesuai dengan Firman Tuhan itu. Saya yakin, dengan demikian kehidupan kita akan senantiasa berhasil. Perlu diingat keberhasilan yang dimaksud bukan hanya kebarhasilan secara materi atau jasmani, namun keberhasilan kita dalam melewati semua proses yang Tuhan ijinkan untuk mencapai proses tersebut. Biarlah kebarhasilan yang kita raih hanyalah untuk kemuliaan bagi nama Tuhan saja. Tetap semangat dan sukses selalu, Tuhan Yesus memberkati
Comments
Post a Comment